Jakarta, LIVESUMUT.com — Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, berencana membentuk komunitas kesehatan jiwa sebagai langkah alternatif untuk memperkuat dukungan kesehatan mental di masyarakat. Inisiatif ini dinilai penting mengingat keterbatasan jumlah dokter serta layanan konseling kesehatan mental di Indonesia.
Rencana tersebut disampaikan Budi dalam konferensi pers bertajuk Upaya Pencegahan dan Penanganan Kesehatan Jiwa Anak di Kantor Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, Senin (9/3).
Menurut Budi, pembentukan komunitas dapat menjadi solusi yang lebih cepat dan pragmatis sambil menunggu proses penyiapan tenaga medis yang membutuhkan waktu cukup lama.
“Aku rasa sambil menunggu nyiapin dokter-dokter itu kan lama ya mendingan bikin komunitas ya. Kalau lihat di film-film luar negeri itu suka ada tuh duduk ngelingkar masing-masing suka ngomong ya dan itu bisa inisiatif komunitas, itu bisa jauh lebih cepat dan lebih pragmatis,” kata Budi.
Selain itu, Budi juga meminta jajarannya untuk segera mengidentifikasi dan mengumpulkan berbagai komunitas yang bergerak di bidang kesehatan mental. Ia ingin berdiskusi langsung dengan komunitas-komunitas tersebut guna mengetahui kebutuhan dan bentuk dukungan yang diperlukan dari pemerintah.
“Udah aku kasih waktu dua minggu nanti dikumpulin coba suruh ketemu aku itu beberapa komunitasnya mau dengerin juga itu kegiatannya apa?” ujarnya.
Budi menilai, komunitas kesehatan mental perlu mulai dibangun secara lebih luas, sebagaimana komunitas di bidang kesehatan lain yang sudah berkembang lebih dulu, seperti komunitas kanker maupun komunitas kesehatan anak.
“Karena saya komunitas kanker sering, komunitas anak tuh sering apa banyak gitu ya mata banyak komunitas tapi komunitas jiwa ini mungkin juga udah mesti kita bangun dari sekarang ya kita bangun dari sekarang,” kata dia.
Pemerintah juga berencana menjangkau komunitas yang sudah ada di berbagai daerah agar dapat menjadi bagian dari upaya bersama memperkuat dukungan kesehatan mental di masyarakat.
“Diajak aja langsung Pak Imran, cari datengin komunitasnya kemudian dicari itu pasti mereka tahulah ‘oh di Surabaya ada di sini ada di sini ada’ dikumpulin dengerin dulu di Zoom terusnya diundang kasih masukan ke kita butuhnya apa,” ujar Budi.







