TOBA, LIVESUMUT.com – Balige Writers Festival (BWF) 2026 resmi dibuka oleh Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Toba, Kamis (30/7/2026) malam. Pada pembukaan festival sastra tahunan tersebut, Wabup Toba mengajak anak-anak muda untuk rajin menulis, terus mengembangkan kemampuan literasi, serta menggali potensi diri melalui karya-karya sastra.
Memasuki penyelenggaraan tahun kelima, Balige Writers Festival 2026 kembali menjadi ruang kolaborasi bagi penulis, budayawan, akademisi, pegiat literasi, dan masyarakat dari berbagai daerah untuk memperkuat budaya membaca dan menulis di Indonesia.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Toba mengatakan festival sastra tahunan ini menjadi ruang penting untuk memperkuat budaya literasi sekaligus mendorong lahirnya generasi penulis yang mampu mengangkat kekayaan budaya Indonesia melalui karya-karya sastra.
Ia juga mengucapkan syukur atas terselenggaranya Balige Writers Festival ke-5 Tahun 2026 dan menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta yang hadir dari berbagai daerah.
“Selamat datang di Balige. Selamat menulis, selamat berfestival. Mari kita dorong anak-anak kita untuk menulis dan terus menggali kemampuan mereka sebagai bentuk pengabdian, sekaligus memperkuat jejaring literasi dan sastra,” ujar Wakil Bupati.
Sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan, Wakil Bupati Toba bersama para tamu kehormatan melakukan pemukulan gong yang menandai Balige Writers Festival 2026 resmi dibuka.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Balige Writers Festival mengusung tema “Membaca Sumatera” dengan subtema “Marsirimpa”, yang merefleksikan semangat gotong royong dan solidaritas pascabencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera pada 2025.
Malam pembukaan diawali dengan penampilan sendratari dari siswi MTs Negeri Toba yang menyambut kedatangan Wakil Bupati Toba beserta rombongan. Turut hadir Ny. Riama Audi Murphy O. Sitorus, Karmila Karo dari Badan Pelestari Kebudayaan, perwakilan Kementerian Kebudayaan, mentor Manajemen Talenta Nasional (MTN) Benny Arnas beserta istri, Tonggo Robby Pardede dari Toba Gracia Raya, perwakilan Batak Center, Piltik Siborongborong, Sebastian Hutabarat, perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, jajaran Pemerintah Kabupaten Toba, akademisi, pegiat literasi, serta ratusan peserta yang menghadiri malam pembukaan BWF 2026.
Ketua Panitia Pelaksana, Tansiswo M. Siagian, mengatakan Balige Writers Festival terus berkembang menjadi ruang kolaborasi bagi penulis, budayawan, seniman, dan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, ia juga membacakan esai “Marsirimpa” yang mengajak seluruh elemen masyarakat mengedepankan kerja sama, kejujuran, dan keterbukaan dalam membangun kehidupan bersama.
Sementara itu, Pengurus Toba Gracia Raya, Tonggo Robby Pardede, menceritakan perjalanan festival yang bermula dari Festival Literasi Balige hingga berkembang menjadi Balige Writers Festival yang kini memasuki tahun penyelenggaraan kelima.
Salah satu agenda unggulan Balige Writers Festival 2026 adalah peluncuran dan diskusi buku Tak Ada Na Niarsik Sempurna Hari Ini, antologi cerpen hasil pembinaan Manajemen Talenta Nasional (MTN) Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Buku tersebut merupakan karya sembilan penulis yang mengikuti pelatihan intensif bersama Benny Arnas, mentor MTN sekaligus sastrawan nasional maupun internasional.
Selain membimbing proses kreatif, Benny Arnas juga mengasah kemampuan teknis menulis sekaligus mendorong para penulis menggali nilai-nilai budaya lokal sebagai sumber inspirasi dalam berkarya.
Kesembilan penulis dalam antologi tersebut adalah Fitriya Ningrum, Nanda Winar Sagita, Pringadi Abdi Surya, Sri Yuni Dame Hutajulu, Gisti Kartika, Wendy Fermana Putra, Haryadi Yansyah, Valentine Sanarima Gulo, dan Hotpangidoan Panjaitan.
Balige Writers Festival 2026 berlangsung hingga 2 Agustus 2026 dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari diskusi sastra, peluncuran dan bedah buku, workshop kepenulisan, kelas budaya, pameran seni rupa, pameran buku, promosi destinasi wisata, bazar kuliner khas Toba, hingga pameran produk UMKM.
Festival ini didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Manajemen Talenta Nasional (MTN), Akademi Sastra Toba, Gracia Toba Raya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba, PT Inalum, Institut Teknologi Del, serta berbagai mitra lainnya.











