Sipoholon, LIVESUMUT.com — Suasana haru dan kebanggaan menyelimuti halaman SMPN 1 Sipoholon saat dua sosok inspiratif, Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si, M.Si, dan Ketua Pengadilan Negeri Tarutung, Marta Napitupulu, kembali menginjakkan kaki di sekolah tempat mereka menimba ilmu lebih dari tiga dekade lalu.
Kunjungan yang berlangsung penuh keakraban itu turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Bahal Simanjuntak, Kepala Dinas Pendidikan, Camat Sipoholon, serta para alumni SMPN 1 Sipoholon Angkatan 1991.
Kedatangan dua alumni berprestasi ini disambut meriah oleh para guru dan siswa melalui berbagai penampilan kreatif, mulai dari tarian daerah, umpasa, lagu-lagu Batak, hingga pertunjukan tumba dan huling-huling acca. Suasana nostalgia terasa kental, namun penuh semangat muda yang menyala di wajah para siswa.
Dalam sambutannya, perwakilan guru menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kunjungan dua alumni terbaik sekolah tersebut.
“Semoga setelah kunjungan ini, para siswa semakin rajin belajar dan berani bermimpi besar,” ujar salah satu guru dalam sambutannya.
Sementara itu, salah seorang siswa yang mewakili teman-temannya mengungkapkan kekaguman dan harapan besar mereka.
“Kami, murid SMP Negeri 1 Sipoholon, berharap dapat meraih kesuksesan seperti Bapak Bupati dan Ibu Ketua Pengadilan Negeri,” ujarnya penuh semangat.
Ketua Pengadilan Negeri Tarutung, Marta Napitupulu, tak dapat menyembunyikan rasa harunya saat berdiri di hadapan para siswa di sekolah tempat ia dibesarkan.
“Jarang terjadi, satu sekolah bisa melahirkan dua alumni yang kini menjabat sebagai Bupati dan Ketua Pengadilan Negeri. Ini bukti bahwa perjuangan tidak akan mengkhianati hasil,” katanya tegas, disambut tepuk tangan meriah para siswa.
Dalam sambutannya, Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menyampaikan apresiasi mendalam kepada para guru yang telah berperan penting dalam membentuk karakternya.
“Tanpa guru, kami tidak akan bisa berdiri di sini. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang mengubah perilaku dan masa depan kami,” ujarnya.
Bupati juga memberi pesan inspiratif kepada seluruh siswa agar tidak takut bermimpi besar.
“Tidak masalah memiliki cita-cita setinggi bintang. Saya sendiri dulu tidak pernah terpikir menjadi bupati, tapi inilah rencana Tuhan. Kejarlah cita-citamu dengan tekun,” tambahnya memberi semangat.
Menutup kunjungan tersebut, Bupati berpesan kepada para guru untuk terus menanamkan disiplin, karakter, dan nilai-nilai luhur dari program SAITAPAIAS dan TAPAMAJUMA dalam proses belajar-mengajar.
“Saya berharap sekolah ini tetap menjadi kebanggaan kita semua, karena di sinilah saya ditempa. Semoga dari sini lahir lebih banyak lagi orang hebat untuk Tapanuli Utara,” pungkasnya.
Sebagai bentuk penghargaan, Bupati dan Ketua PN Tarutung menyerahkan cenderamata berupa seragam batik untuk para guru, simbol bakti dan rasa hormat dari Angkatan 1991. Pihak sekolah membalas dengan penyerahan ulos sebagai tanda kasih dan kenang-kenangan kepada dua tokoh yang telah mengharumkan nama almamater.













