Doloksanggul | LIVESUMUT.com – Langkah sepatu Wakil Bupati (Wabup) Humbahas Junita Rebeka Marbun terdengar lantang di lorong RSUD Doloksanggul.
Tanpa banyak basa-basi, ia turun langsung, memeriksa satu per satu ruang perawatan dari IGD hingga ruang bersalin.
Hari itu, bukan hanya fasilitas yang diperiksa, tapi juga hati para tenaga medis dan pasien yang disentuhnya.
“Kalau mau pelayanan kesehatan maksimal, ya harus dimulai dari bawah dari tempat ini,” ucap Wabup Junita Rebeka Marbun dengan nada tegas sembari menatap deretan tempat tidur pasien di ruang rawat inap RSUD Doloksanggul, Kamis (24/10/2025).
Tak hanya berdiri dan mendengar laporan, Junita benar-benar menyusuri setiap ruangan. Ia berhenti di depan ruang IGD, menanyakan ketersediaan alat medis.
Kemudian Wabup Junita melangkah ke ruang bersalin, memastikan kenyamanan bagi para ibu yang berjuang melahirkan.
Di apotek, ia mengecek langsung stok obat dan menegaskan agar distribusinya tepat sasaran.
“Langkah pertama tentu evaluasi menyeluruh. Saya melihat beberapa hal yang perlu dibenahi, mulai dari alat medis, tata ruangan, sampai kenyamanan pasien.
Semua harus berorientasi pada pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya kepada sejumlah wartawan yang mengikuti kunjungan itu.
Namun bagi Junita, pelayanan kesehatan tak hanya soal alat dan fasilitas.
“Tenaga medis itu garda depan kemanusiaan. Mereka harus bekerja dengan hati. Karena pasien tak hanya butuh obat, tapi juga butuh sentuhan kasih dan empati,” tuturnya dengan nada lembut tapi penuh makna.
Ia juga menegaskan bahwa Pemkab Humbahas tak akan menutup mata terhadap kebutuhan dasar rumah sakit daerah.
“Pemerintah akan terus berupaya menambah fasilitas medis, memastikan stok obat cukup, dan memperhatikan kesejahteraan tenaga kesehatan.
Karena pelayanan yang baik hanya lahir dari fasilitas yang memadai dan SDM yang sejahtera,” tegasnya.
Kunjungan Junita bukan cuma formalitas. Tenaga medis yang menyambutnya merasakan langsung kehadiran seorang pemimpin yang peduli.
Maria Simanjuntak, seorang perawat, bahkan tak mampu menahan haru.
“Ibu Wabup datang ke setiap ruangan, menyapa pasien, mendengar keluhan kami. Itu memberi semangat baru bagi kami semua,” katanya sambil menahan senyum.
Sementara Bapak Situmorang, pasien yang dirawat di ruang penyakit dalam, ikut bersuara.
“Biasanya pejabat datang hanya pas acara, tapi Ibu Junita beda. Beliau datang, dengar langsung keluhan kami. Rasanya dihargai, diperhatikan,” ucapnya pelan.
Sore itu, ketika Wabup Junita meninggalkan RSUD Doloksanggul, suasana terasa berbeda. Tak ada pesta, tak ada seremoni hanya jejak kepedulian yang tertinggal.
Dengan langkah mantap dan hati penuh kasih, Junita Rebeka Marbun menunjukkan satu hal penting: memimpin itu bukan soal jabatan, tapi soal keberanian untuk turun tangan dan menyentuh hati rakyatnya.







