Taput, LIVESUMUT.com – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (BPMP Kemendikdasmen) melaksanakan kegiatan Trauma Healing bagi sekolah-sekolah yang terdampak bencana alam. Kegiatan ini digelar di SMP Negeri 2 Adiankoting, Selasa (3/2/2026).
Program Trauma Healing tersebut menyasar 7 sekolah, yang terdiri dari 2 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan 5 Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kecamatan Adiankoting dan Kecamatan Parmonangan. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu memulihkan kondisi psikologis peserta didik pascabencana, sehingga proses belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara optimal dan kondusif.
Selain memberikan pendampingan psikologis, pada kesempatan yang sama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara bersama BPMP Kemendikdasmen juga menyalurkan Bantuan Pembersihan Lingkungan Sekolah kepada 17 sekolah yang terdampak bencana. Masing-masing sekolah menerima bantuan sebesar Rp5.000.000, yang diperuntukkan bagi kegiatan pembersihan lingkungan serta pemulihan sarana dan prasarana sekolah.
Tak hanya itu, pemerintah juga menunjukkan kepedulian terhadap keluarga korban dengan menyerahkan santunan uang duka kepada orang tua siswa yang meninggal dunia akibat bencana di Kecamatan Adiankoting. Santunan sebesar Rp5.000.000 per orang diserahkan langsung kepada ahli waris.
Dalam keterangannya, BPMP Kemendikdasmen menyampaikan bahwa upaya recovery atau pemulihan sektor pendidikan di wilayah terdampak bencana akan terus dilakukan secara berkelanjutan selama satu tahun ke depan. Hal ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan keberlangsungan layanan pendidikan yang aman dan berkualitas bagi seluruh peserta didik.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar, serta mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan masyarakat setempat yang berharap program pemulihan ini dapat memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan pascabencana.














