Scroll untuk baca artikel
Daerah

SPs USU Bantu Pemulihan Aceh Tamiang Lewat Penyaluran Bibit Tanaman Buah

28
×

SPs USU Bantu Pemulihan Aceh Tamiang Lewat Penyaluran Bibit Tanaman Buah

Sebarkan artikel ini
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara (SPs USU) bersama Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Sei Wampu dan Sei Ular menyerahkan bibit tanaman buah produktif kepada warga Desa Landuh, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang.

ACEH TAMIANG, LIVESUMUT.com – Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara (SPs USU) membantu upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang melalui penyaluran bibit tanaman buah produktif kepada masyarakat Desa Landuh, Kecamatan Rantau. Program pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan mampu mendukung pemulihan lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi warga dalam jangka panjang.

Mengusung tema “Menumbuhkan Asa Korban Bencana melalui Pembudidayaan Tanaman Buah-Buahan”, kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen SPs USU dalam mendampingi masyarakat terdampak bencana melalui pemanfaatan pekarangan sebagai lahan produktif.

Program pengabdian dipimpin Ketua Tim, Prof. Dr. T. Sabrina, dengan dukungan Direktur Sekolah Pascasarjana USU, Prof. Dr. Evawany Aritonang. Tim juga diperkuat Prof. Dr. Satia Negara Lubis, Dr. Rosadi Patra Tanjung, dan Dr. Mangaraja Halongonan Harahap, dosen Program Studi Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan (PWD) Sekolah Pascasarjana USU.

Baca Juga :  Ternyata Mobil Xenia yang Ditinggalkan di Gang Sempit, Dikendarai Lansia Pikun Usia 73 Tahun

Pelaksanaan kegiatan bekerja sama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Sei Wampu dan Sei Ular melalui penyaluran bibit tanaman produktif, seperti durian, rambutan, mangga, alpukat, duku, petai, jengkol, jambu madu, dan jambu bol.

Bibit tersebut diserahkan kepada masyarakat untuk ditanam di pekarangan rumah sebagai upaya penghijauan sekaligus investasi ekonomi jangka panjang. Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat Desa Landuh, di antaranya Kepala Desa Landuh, tokoh masyarakat T. Ibrahim, Kepala Posyandu Ervina, organisasi kepemudaan, serta pengurus Karang Taruna desa.

Ketua Tim Pengabdian, Prof. Dr. T. Sabrina, mengatakan pemulihan pascabencana membutuhkan pendekatan berkelanjutan agar masyarakat mampu bangkit dari sisi sosial, ekonomi, maupun lingkungan.

“Kami ingin menghadirkan harapan baru bagi masyarakat melalui tanaman buah-buahan produktif yang tidak hanya berfungsi menghijaukan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga di masa mendatang. Pengabdian ini merupakan bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat menuju pemulihan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga :  Banjir dan Longsor di Tapsel Bikin Proyek Konstruksi Lumpuh, Pengusaha Kontraktor Menjerit

Direktur Sekolah Pascasarjana USU, Prof. Dr. Evawany Aritonang, menegaskan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Sekolah Pascasarjana USU berkomitmen melaksanakan tridarma perguruan tinggi melalui pengabdian yang berdampak nyata. Sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Dalam sesi diskusi, masyarakat Desa Landuh berharap bibit tanaman yang diberikan dapat berkembang menjadi sumber pendapatan baru bagi keluarga. Warga juga menyampaikan perlunya dukungan terhadap sarana Posyandu yang hingga kini masih terbatas akibat dampak bencana.

Baca Juga :  Tindaklanjuti Informasi Judi, Polisi Turunkan Tim ke Tanah Jawa, Huta Bayu Raja, dan Hatonduhan

Selain itu, masyarakat menyoroti pentingnya perencanaan pembangunan wilayah yang lebih adaptif guna mengurangi risiko banjir yang hampir setiap tahun melanda kawasan tersebut.

Melalui kegiatan ini, SPs USU turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yakni Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui peningkatan potensi ekonomi masyarakat, Tujuan 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan ketahanan pangan keluarga, Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan Tujuan 15 (Menjaga Ekosistem Daratan) melalui penghijauan serta rehabilitasi lingkungan, serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara SPs USU, BPDAS Sei Wampu dan Sei Ular, serta masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

You cannot copy content of this page