Medan, LIVESUMUT.com – 3 Desember 2024 | Mobil dengan transmisi otomatis kini menjadi pilihan populer di kalangan masyarakat karena kemudahan pengoperasiannya.
Namun, tak banyak yang tahu bahwa ada risiko besar jika mobil matic yang mogok ditarik sembarangan.
Menurut para ahli otomotif, sistem transmisi pada mobil matic memiliki mekanisme pelumasan yang hanya berfungsi ketika mesin menyala.
Jika mobil ditarik dalam kondisi mesin mati, pelumasan tidak terjadi, sehingga komponen-komponen di dalam transmisi, seperti planetary gearset dan torque converter, berisiko mengalami kerusakan serius.
“Komponen transmisi matic sangat sensitif. Tanpa pelumasan, gesekan yang terjadi bisa menyebabkan panas berlebih dan kerusakan permanen,” jelas Bang Baron, seorang teknisi otomotif di Medan.
Selain itu, banyak mobil matic modern yang dilengkapi dengan sensor dan sistem elektronik canggih.
Tarikan yang tidak sesuai prosedur dapat mengganggu fungsi sensor tersebut, bahkan mengakibatkan kerusakan pada sistem elektronik kendaraan.
Solusi Aman
Para ahli merekomendasikan untuk menggunakan mobil derek yang mengangkat roda penggerak atau memanfaatkan truk pengangkut (flatbed) agar seluruh roda tidak menyentuh jalan.
“Kalau terpaksa harus ditarik, baca manual kendaraan terlebih dahulu. Beberapa mobil memiliki pengaturan khusus untuk situasi darurat,” tambah Baron.
Dengan memahami risiko dan solusi yang tepat, pemilik mobil matic diharapkan dapat menghindari kerusakan tambahan saat menghadapi situasi darurat di jalan.







