Tapanuli Utara, LIVESUMUT.com – Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si, M.Si (JTP) secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2026 untuk Kecamatan Sipahutar pada Rabu (5/3/2025).
Acara yang digelar di Gedung Serbaguna HKBP Sipahutar ini dihadiri oleh DPRD Sumatera Utara Fraksi Golkar Viktor Silaen, sejumlah Anggota DPRD Dapil IV, Forkopimca Sipahutar, serta para pimpinan OPD Tapanuli Utara.
Ini merupakan Musrenbang perdana yang dihadiri Bupati JTP setelah resmi dilantik pada 20 Februari 2025.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Musrenbang bertujuan untuk menyusun rencana pembangunan yang selaras dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung visi besar kepemimpinan nasional melalui konsep “Asta Cita.”
Prioritas Pembangunan Berbasis Asta Cita
Bupati JTP menyampaikan bahwa terdapat beberapa poin penting dari Asta Cita yang menjadi pedoman dalam merumuskan program pembangunan di tingkat kecamatan, yaitu:
1. Ketahanan Pangan dan Energi – Mendorong swasembada pangan melalui sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
2. Peningkatan Kesejahteraan Rakyat – Memprioritaskan layanan pendidikan, kesehatan, dan penyediaan lapangan kerja.
3. Penguatan Infrastruktur dan Konektivitas – Menghubungkan desa-desa dengan pusat ekonomi agar pertumbuhan ekonomi lebih merata.
4. Revolusi Industri dan Digitalisasi – Mempersiapkan masyarakat dalam memanfaatkan kemajuan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan layanan publik.
5. Pembangunan Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal – Menjaga dan memperkuat identitas budaya serta nilai-nilai kearifan lokal.
Tema RKPD 2026: Meningkatkan Produktivitas dan Daya Saing Daerah
Bupati JTP menegaskan bahwa visi dan misi Kabupaten Tapanuli Utara adalah “Bersama Mewujudkan Tapanuli Utara yang Maju, Berbudaya, dan Berkelanjutan.”
Untuk itu, RKPD 2026 difokuskan pada enam bidang utama:
1. Pemanfaatan Potensi Daerah – Meningkatkan produktivitas sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan UMKM.
2. Peningkatan Kualitas SDM – Memperkuat layanan pendidikan, kesehatan, serta pengembangan SDM aparatur, petani, dan pelaku UMKM.
3. Penguatan Infrastruktur dan Layanan Dasar – Meningkatkan akses air minum, jalan, jembatan, serta pengelolaan persampahan.
4. Ketahanan Bencana – Mewujudkan desa tangguh bencana.
5. Tata Kelola Pemerintahan yang Efektif – Memperkuat pelayanan publik berbasis inovasi dan teknologi.
6. Pelestarian Adat dan Budaya Lokal – Melestarikan situs sejarah dan cagar budaya untuk menjaga identitas lokal.
Optimalisasi Dana Desa untuk Pembangunan
Bupati JTP juga menekankan pentingnya optimalisasi dana desa untuk mendukung berbagai program pembangunan daerah, termasuk:
- Pencegahan dan penanganan stunting.
- Peningkatan aksesibilitas antar desa dan daerah terisolir.
- Pengembangan kapasitas pemuda desa melalui pelatihan dan rumah kreasi.
- Pemenuhan kebutuhan pangan berbasis Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Tagline “MarTuhan, MarRoha, MarBisuk” untuk Tapanuli Utara
Sebagai penutup, Bupati JTP memperkenalkan tagline baru untuk Kabupaten Tapanuli Utara, yaitu “MarTuhan, MarRoha, MarBisuk.”
- MarTuhan – Mengandalkan Tuhan dalam setiap pekerjaan.
- MarRoha – Bekerja dengan hati dan penuh pelayanan.
- MarBisuk – Sigap dan tanggap terhadap berbagai situasi.
Bupati JTP berharap Musrenbang ini dapat menghasilkan masukan konstruktif untuk pembangunan Kabupaten Tapanuli Utara.
“Kolaborasi sangat penting dalam mewujudkan visi pembangunan daerah. Saya mengajak seluruh ASN, kepala desa, camat, serta masyarakat untuk bersama-sama membangun Tapanuli Utara yang lebih maju,” tutupnya.
Setelah acara, Bupati JTP melakukan foto bersama dengan peserta Musrenbang dan melanjutkan makan siang bersama.













