Pahae Jae, LIVESUMUT.com – Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng, memimpin Musyawarah Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2026 sekaligus Rembuk Stunting di Kecamatan Pahae Jae, pada Rabu (5/03/2025).
Acara yang berlangsung di Gereja GKPI Sarulla ini dihadiri berbagai pihak, termasuk DPRD Tapanuli Utara dari Dapil V, Forkopimca, OPD, kepala desa, kepala sekolah, serta tokoh masyarakat dan agama.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Deni menyampaikan pentingnya Musrenbang sebagai proses perencanaan pembangunan yang berjenjang, dari desa hingga pusat.
Ia menekankan bahwa setiap usulan yang disepakati harus memiliki prioritas tinggi agar lebih mudah direalisasikan.
Selain itu, ia menyoroti perlunya perawatan infrastruktur agar manfaat pembangunan tetap optimal bagi masyarakat.
Fokus Pembangunan: Ketahanan Pangan dan Efisiensi Anggaran
Deni menekankan bahwa pembangunan daerah harus mendukung ketahanan pangan sesuai program Presiden Prabowo.
Ia juga membahas keterlambatan pembayaran sertifikasi guru dan dana desa, menegaskan bahwa audit akan dilakukan untuk menemukan solusi terbaik.
“Terkait efisiensi anggaran, itu bukan berarti kita tidak melakukan apa-apa, tetapi memastikan bahwa setiap belanja benar-benar sesuai peruntukannya,” ujar Deni.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pihak untuk melupakan perbedaan politik pasca-Pilkada dan bersatu dalam membangun Tapanuli Utara.
Pesan Penting untuk Kepala Desa dan ASN
Wakil Bupati Deni juga memberikan arahan khusus kepada kepala desa, mendorong mereka untuk meningkatkan pelayanan masyarakat, mensosialisasikan BPJS Kesehatan, dan mengembangkan BUMDes agar lebih kompetitif.
Ia menegaskan bahwa pendataan sosial harus dilakukan secara transparan dan tepat sasaran.
“DTKS harus terbuka, ‘ikkon patar songon indahan dibalanga’ (harus jelas seperti makanan di dalam panci), jangan ada pungutan liar,” tegasnya.
Bagi ASN, ia menekankan bahwa perubahan yang diharapkan bukan hanya dalam infrastruktur, tetapi juga dalam pelayanan kepada masyarakat.
“Dalam satu bulan ke depan, kita harus menunjukkan perubahan positif. Kalau pun besok dunia kiamat, kita harus tetap menanam pohon, artinya kita harus melakukan yang terbaik hari ini,” tambahnya.
Fokus pada Stunting, Pendidikan, dan Kesehatan Publik
Deni juga mengajak semua pihak untuk lebih gencar dalam sosialisasi pencegahan stunting, pengurangan asap rokok di tempat umum, dan peningkatan mutu pendidikan.
Ia menekankan bahwa kepala sekolah harus menjadi pemimpin yang menginspirasi para guru, sehingga guru pun dapat menginspirasi siswa.
Acara ditutup dengan sesi diskusi bersama para peserta, membahas berbagai tantangan dan solusi pembangunan di Tapanuli Utara.













