Tapanuli Utara, LIVESUMUT.com – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus bergerak cepat dalam percepatan penanganan darurat rehabilitasi infrastruktur dasar pascabencana, termasuk untuk kawasan hunian tetap (huntap). Hal ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi yang dipimpin Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng, didampingi Sekretaris Daerah Henry M. M. Sitompul, M.Si, di Kantor Bupati Tapanuli Utara, Tarutung, Selasa (14/04/2026).
Rakor tersebut difokuskan pada pemulihan infrastruktur huntap, khususnya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga terdampak bencana. Rapat dihadiri jajaran Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD terkait, perwakilan Kementerian PUPR melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK), Cipta Karya, serta pihak pelaksana PT Wijaya Karya.
Dalam rapat itu, Wakil Bupati mengungkapkan bahwa sumber air baru telah ditemukan di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adiankoting. Sumber air tersebut akan dimanfaatkan untuk melayani kebutuhan air bersih masyarakat di kawasan huntap.
“Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan BUMN seperti PT. Wijaya Karya adalah kunci percepatan ini. Kami minta seluruh perangkat daerah teknis bergerak cepat, terutama dalam hal administrasi dan pembebasan lahan, agar tidak ada kendala bagi pihak pelaksana di lapangan,” tegasnya.
Lebih lanjut disampaikan, hasil koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dengan pemerintah pusat menunjukkan progres signifikan. Saat ini telah berjalan pembangunan penambahan kapasitas SPAM IKK di Kecamatan Sipoholon, dari sebelumnya 50 liter per detik menjadi 100 liter per detik.
Peningkatan kapasitas tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di tiga kecamatan, yakni Tarutung, Sipoholon, dan Siatas Barita.
Selain itu, direncanakan pembangunan dua reservoar baru guna mendukung distribusi air bersih di wilayah Desa Dolok Nauli dan kawasan huntap. Sumber air berasal dari Dusun Tornauli, dengan satu reservoar akan dibangun di Dusun Tornauli dan satu lainnya di kawasan huntap.
Di sisi operasional, Perumda Mual Na Tio diinstruksikan untuk segera melakukan pemeliharaan pada intake SPAM IKK Tarutung, khususnya dalam menangani sedimen pasir yang berpotensi menghambat aliran air. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan debit air dapat mencapai kapasitas optimal hingga 100 liter per detik.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berharap langkah strategis ini dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya warga terdampak yang akan menempati hunian tetap, guna mewujudkan pemulihan wilayah yang cepat, tepat, dan berkelanjutan.













