Scroll untuk baca artikel
Daerah

Merawat Alam, Merawat Warisan: Doa Bersama di Sopo Bolon HKBP Pangururan

451
×

Merawat Alam, Merawat Warisan: Doa Bersama di Sopo Bolon HKBP Pangururan

Sebarkan artikel ini

Samosir, LIVESUMUT.com – Pemerintah Kabupaten Samosir memberikan dukungan penuh terhadap upaya yang dilakukan HKBP dalam menjaga dan melestarikan lingkungan, khususnya di kawasan Danau Toba.

Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, menegaskan hal ini saat menghadiri ibadah Doa Bersama Merawat Alam Kawasan Danau Toba, yang dipimpin oleh Ephorus HKBP Victor Tinambunan di Sopo Bolon HKBP Pangururan-Samosir pada Senin (01/04/2025).

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemkab Samosir turut serta dalam aksi penanaman pohon di kompleks Sopo Bolon serta menyalurkan bantuan kepada perwakilan gereja.

Acara ini dihadiri oleh ribuan jemaat dari berbagai denominasi gereja di Kabupaten Samosir.

Dalam khotbahnya yang diambil dari Kejadian 1:1 dan 31, Ephorus HKBP Viktor Tinambunan mengajak seluruh jemaat untuk berkomitmen dalam menjaga kelestarian alam.

Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, mengapresiasi inisiatif HKBP dan menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan.

Ia mengajak seluruh masyarakat dan stakeholder untuk aktif dalam upaya melawan perusakan lingkungan, mengurangi penggunaan plastik, serta menghindari penebangan pohon yang berlebihan.

Menurutnya, merawat alam memerlukan kerja sama lintas sektor, termasuk antar kabupaten di kawasan Danau Toba.

“Mari kita bersama-sama menjaga kawasan Danau Toba, karena hanya dengan keterlibatan semua pihak, kita dapat mengembalikan kelestarian alam,” ujar Ariston.

Ephorus HKBP, Victor Tinambunan, menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga gereja dan seluruh elemen masyarakat.

Ia juga menyoroti pentingnya kajian ulang terhadap regulasi yang mengatur pengelolaan hutan dan meminta tanggung jawab lebih dari perusahaan pemegang izin pengelolaan hutan di kawasan Danau Toba.

“Allah menciptakan bumi ini dengan sangat baik, maka menjadi tugas kita untuk merawatnya. Gereja harus terlibat aktif dalam upaya ini bersama pemerintah dan masyarakat,” tegas Viktor.

Ketua DPRD Samosir, Nasip Simbolon, berharap acara ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat semangat menjaga Danau Toba.

Ia menekankan perlunya sinergi antara DPRD dan Pemkab dalam melindungi hutan dan mengatasi eksploitasi alam yang merusak ekosistem.

Dalam upaya nyata, DPRD Samosir telah bekerja sama dengan Pemkab untuk menertibkan Keramba Jaring Apung (KJA) serta menganggarkan pengadaan bibit pohon yang akan didistribusikan melalui gereja-gereja.

“Kami siap bekerja bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan,” tambah Nasip.

Sementara itu, Alusdin Sihotang dari HKBP Sihotang, mewakili korban banjir bandang 2023 di Kenegerian Sihotang, mengungkapkan bahwa bencana tersebut dipicu oleh aktivitas penebangan pohon liar.

Ia berharap pemerintah pusat dapat mengambil tindakan lebih serius terhadap pelaku perusakan hutan.

“Kami sangat mendukung upaya doa bersama ini dan berharap adanya langkah nyata dalam mencegah bencana serupa di masa depan,” ujar Alusdin.

Acara Doa Bersama Merawat Alam Kawasan Danau Toba turut dihadiri oleh pimpinan OPD Kabupaten Samosir, para Praeses HKBP se-Kawasan Danau Toba, pendeta dan pengurus gereja, pegiat lingkungan Wilmar Simanjorang, aktivis lingkungan dari KSPPM, serta tokoh adat dan masyarakat.

Diharapkan, melalui kolaborasi berbagai pihak, kawasan Danau Toba dapat terus terjaga dan menjadi warisan lestari bagi generasi mendatang.

Baca Juga :  Bupati JTP Hutabarat Ibadah di HKBP Silangkitang, Mohon Doa untuk Kepemimpinan Tapanuli Utara

You cannot copy content of this page