Scroll untuk baca artikel
Daerah

Jaksa Agung Ajak Insan Adhyaksa: Bekerjalah dengan Ikhlas dan Penuh Integritas

384
×

Jaksa Agung Ajak Insan Adhyaksa: Bekerjalah dengan Ikhlas dan Penuh Integritas

Sebarkan artikel ini

Medan, LIVESUMUT.com – Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Idianto, SH, MH, bersama Wakajati Sumut Rudy Irmawan, SH, MH, para Asisten, beberapa Kajari, Koordinator, Kabag TU, serta para Kasi, mengikuti Kunjungan Kerja Virtual Jaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanuddin. Kegiatan ini berlangsung di Aula Lantai 2 Kantor Kejati Sumut, Jalan AH Nasution Medan, pada Selasa (15/4/2025).

Masih dalam nuansa Hari Raya Idulfitri 1446 H, Jaksa Agung menyampaikan ucapan selamat Idulfitri dan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh jajaran Kejaksaan RI.

Ia juga menyampaikan sejumlah arahan strategis guna memperkuat integritas dan semangat pengabdian para Insan Adhyaksa.

Dalam arahannya, Jaksa Agung ST Burhanuddin menekankan bahwa Idulfitri adalah momen reflektif untuk memperkuat komitmen moral, baik sebagai pribadi beriman maupun aparatur penegak hukum.

“Idulfitri adalah momentum reflektif yang sangat tepat untuk memperkuat komitmen moral kita, bukan hanya sebagai pribadi yang beriman, tetapi juga sebagai aparatur penegak hukum yang menjunjung tinggi integritas, kejujuran, dan keadilan,” ujarnya.

Baca Juga :  Gresia Billiard Sukses Gelar Turnamen Bola Biliar Se-Kabupaten Humbahas, Oscar Munthe Raih Gelar Juara

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh jajaran Kejaksaan dari Sabang sampai Merauke, Miangas hingga Pulau Rote, serta mengingatkan pentingnya integritas personal dalam menentukan keberhasilan institusi.

“Tidak ada lagi ruang untuk toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran. Penyimpangan seperti narkotika, judi online, korupsi, maupun penyalahgunaan wewenang akan ditindak secara tegas tanpa pandang bulu. Kejaksaan harus menjadi contoh lembaga penegak hukum yang bersih, profesional, dan bebas dari tindakan tercela,” tegasnya.

Jaksa Agung juga menekankan pentingnya pengawasan internal dan pembinaan yang optimal, serta keterlibatan aktif dalam pengamanan pembangunan strategis demi mendukung 17 Program Prioritas Pemerintah dalam RPJMN 2025–2029.

Baca Juga :  Kejati Sumut Terima Penghargaan Kontributor Terbesar PNBP BMN dari DJKN Sumut

“Program Makan Bergizi Gratis, dalam upaya Membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi dan memberantas kemiskinan (Asta Cita ke-6),” tambahnya.

Ia juga meminta setiap satuan kerja untuk mengawal penggunaan anggaran negara dengan efisien dan akuntabel.

“Anggaran negara harus digunakan untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat. Pengawasan dan pendampingan kita harus menjamin efisiensi dan akuntabilitas,” ujarnya.

Dalam menanggapi perkembangan pembaruan hukum, khususnya RUU KUHAP, Jaksa Agung menekankan pentingnya peran Jaksa sebagai dominus litis sejak tahap penyelidikan.

“Kita tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus aktif memberikan masukan ilmiah dan praktis dalam penyusunan KUHAP baru. Ini tanggung jawab moral dan profesional kita,” tegasnya.

Selain itu, ia mendorong optimalisasi pemanfaatan APBN untuk peningkatan pelayanan publik dan pengembangan SDM Kejaksaan.

Ia juga menekankan pelaksanaan Instruksi Jaksa Agung Nomor 1 Tahun 2025, hasil dari Rakernas Kejaksaan.

Baca Juga :  Di Hadapan Hakim, Maya Menangis: Ibu Hamil dengan Anak Kecil Memohon Keadilan

“Rekomendasi Rakernas harus dijalankan tepat waktu dan menunjukkan perubahan nyata dalam efektivitas kinerja masing-masing bidang. Jika tidak ada perubahan, maka akan dilakukan evaluasi, termasuk sanksi,” ujarnya.

Menanggapi isu-isu negatif yang berkembang di media, Jaksa Agung mengajak seluruh jajarannya untuk tetap fokus bekerja dan membangun komunikasi yang sehat dengan masyarakat dan media.

“Kita harus membangun komunikasi yang sehat dengan masyarakat dan media. Berikan informasi yang benar dan edukatif. Hadapi pemberitaan negatif dengan prestasi dan akuntabilitas,” katanya.

Menutup arahannya, Jaksa Agung mengajak seluruh jajaran untuk kembali bekerja dengan penuh semangat dan keikhlasan pasca Idulfitri.

“Bekerjalah dengan ikhlas. Keikhlasan dan ketulusan adalah bentuk ibadah kita. Semoga setiap tugas kita menjadi jalan keberkahan dan pengabdian yang suci,” tutupnya.

You cannot copy content of this page