Tapanuli Utara, LIVESUMUT.com | Bupati Tapanuli Utara, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, turun langsung ke tengah-tengah petani untuk menyerahkan bantuan bibit jagung dan kacang tanah di Desa Hutatinggi, Kecamatan Parmonangan, Kamis (24/07/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari program strategis peningkatan Ketahanan Pangan (Ketapang) di wilayah Taput.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kadis Pertanian Taput Sey Pasaribu, Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Utara Ny. Neny Angelina Purba, serta rombongan dari jajaran Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara.
Sey Pasaribu dalam laporannya menyampaikan rincian bantuan yang disalurkan kepada petani di dua desa.
“Bantuan bibit jagung yang kami salurkan, Pak, di Desa Hutatinggi sebanyak 375 kg dengan lahan seluas 17 hektar, dan bibit kacang tanah sebanyak 200 kg di Desa Lobusunut dengan lahan seluas 5 hektar, dan satu unit perontok jagung,” ujarnya.
Dalam sambutannya di hadapan para petani, Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menegaskan bahwa pembagian bibit ini adalah bagian dari strategi besar untuk membangun pertanian yang kokoh dan berkelanjutan di Taput.
“Pembagian bibit ini bukan hanya bantuan biasa, tetapi bagian dari upaya strategis kita untuk membangun dan meningkatkan ekonomi pertanian yang berkelanjutan,” tegasnya.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk semakin semangat bertani sebagai jalan peningkatan ekonomi keluarga dan daerah.
“Pemerintah Tapanuli Utara akan terus mendorong, berkomitmen untuk memajukan pertanian dan berkolaborasi di Kabupaten Tapanuli Utara,” tambahnya.
Sebanyak 375 kg benih jagung dan 200 kg benih kacang tanah beserta satu unit mesin perontok jagung disalurkan secara gratis untuk Desa Hutatinggi dan Desa Lobusunut.
Kegiatan ini turut dihadiri Camat Parmonangan, Kepala Desa, kelompok tani, serta warga setempat.
Salah seorang petani penerima bantuan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah atas perhatian yang diberikan.
“Bibit ini sangat membantu kami, harapan kami ke depan, panen bisa lebih baik dan harga jual stabil,” ujarnya singkat namun penuh harap.
Acara ditutup dengan dialog langsung antara Bupati dan para petani, di mana aspirasi disampaikan secara terbuka, disusul dengan sesi foto bersama yang menambah semangat dan kebersamaan dalam suasana penuh optimisme.













