Scroll untuk baca artikel
Daerah

Jalan Rusak Parah di Kecamatan Pakkat Humbahas, Warga Keluhkan Tak Ada Perhatian Pemerintah

432
×

Jalan Rusak Parah di Kecamatan Pakkat Humbahas, Warga Keluhkan Tak Ada Perhatian Pemerintah

Sebarkan artikel ini

Humbahas, LIVESUMUT.com | Warga Desa Parmonangan, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) mengeluhkan kondisi jalan penghubung dari Desa Siambaton Pahae menuju Desa Parmonangan yang rusak parah selama puluhan tahun dan hingga kini belum kunjung diperbaiki.

Jalan tersebut merupakan akses utama warga untuk beraktivitas, termasuk mengangkut hasil panen dan kebutuhan sehari-hari.

Sayangnya, kondisi jalan yang semakin memprihatinkan membuat mobilitas warga sangat terganggu.

“Kalau hujan, jalan digenangi air dan susah dilalui kendaraan. Jalan pedesaan ini diperkirakan sekitar 7 km dari Desa Siambaton Pahae menuju Desa Parmonangan. Waktu tempuh bisa sampai satu jam, padahal kalau jalannya bagus paling cuma 5–10 menit,” ujar salah satu warga kepada awak media.

Baca Juga :  HUT RI ke-80 di Pakkat: Anggota DPRD Rosmintayani Simamora Bacakan Teks Proklamasi

Menurut warga, keluhan ini sudah sering disampaikan kepada pemerintah, bahkan melalui proposal yang dikirim ke dinas terkait.

Namun hingga kini, belum ada langkah nyata untuk perbaikan.

“Kita juga kalau bawa hasil panen jadi susah. Sudah capek di kebun, tambah susah di jalan hendak menuju pasar,” keluh warga tersebut.

Kepala Desa Parmonangan, Johar Gajah, membenarkan kondisi jalan yang rusak parah itu.

Ia mengatakan bahwa pemerintah desa bersama masyarakat telah berulang kali mengajukan perbaikan, baik melalui musyawarah desa (Musdes) maupun dalam Musrenbang Kecamatan.

Baca Juga :  Peduli Korban Banjir, Bupati Humbahas Salurkan Ribuan Kilogram Beras di Onan Ganjang dan Pakkat

“Jalan yang diusulkan perbaikannya memiliki panjang sekitar tujuh kilometer dan sangat vital bagi distribusi hasil pertanian warga,” ungkap Johar Gajah.

Hal senada disampaikan perangkat desa dan Sekretaris Desa yang menekankan bahwa jalan ini satu-satunya akses warga, khususnya para petani.

“Petani pasti lewat situ. Mau tidak mau, itu satu-satunya jalan. Jadi wajar kalau masyarakat terus mengeluh,” ujarnya.

Johar Gajah berharap pemerintah segera merespons keluhan warga dan mempercepat perbaikan infrastruktur jalan yang sangat berdampak pada aktivitas ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Musrenbang Kecamatan Pakkat 2025: Prioritaskan Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat

“Kami berharap pemerintah segera turun tangan. Perbaikan jalan ini bukan sekadar kebutuhan, tapi sudah jadi prioritas demi kelancaran ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

You cannot copy content of this page