Humbang Hasundutan (Sumut), LIVESUMUT.com – Seorang siswa UPT SMP Negeri 10 Parsingguran, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, berinisial PS, mengalami kecelakaan kerja di lingkungan sekolah yang menyebabkan jari telunjuk tangan kanannya hampir putus.
Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (16/11/2024) saat PS bersama beberapa rekannya diperintahkan guru untuk memperbaiki area parkir sekolah.
Menurut keterangan PS, insiden bermula saat seorang teman sekelasnya yang menggunakan sekop secara tidak sengaja melukai jari telunjuknya.
“Jari telunjuk saya terkena sekop kawan saya waktu bekerja di parkiran. Kami disuruh guru bekerja karena saat itu ada les kosong,” ungkap PS, Minggu (17/11/2024).
Luka yang dideritanya cukup serius, menyebabkan pendarahan hebat.
Meski mengalami luka parah, PS mengaku tidak mendapat bantuan langsung dari pihak sekolah.
Sebaliknya, ia diantar oleh teman-temannya untuk mendapatkan perawatan medis.
Salah satu saksi mata yang enggan disebutkan namanya mengatakan, “Tidak ada guru yang menyuruh berobat. Kawan dia yang memakai sekop itu yang membawanya.”
Ironisnya, pihak UPT SMP Negeri 10 Parsingguran disebutkan tak menunjukkan tanggung jawab atas insiden tersebut.
Kepala UPT SMP Negeri 10 Parsingguran, Bahara F. Banjarnahor, ketika dikonfirmasi, mengaku tidak mengetahui adanya kejadian ini.
“Kapan itu? Siapa korbannya? Saya tidak tahu itu,” ujar Bahara kepada wartawan LIVESUMUT.com saat dihubungi via telepon.
Meski demikian, ia berjanji akan menyelidiki kasus ini lebih lanjut. “Saya akan telusuri,” tambahnya.
Kasus ini memicu sorotan mengenai keselamatan siswa di lingkungan sekolah, terutama terkait aktivitas non-akademis yang melibatkan risiko fisik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tindakan tegas atau tanggapan resmi dari pihak sekolah terkait insiden tersebut.
LIVESUMUT.com akan terus memantau perkembangan kasus ini.







