Tapanuli Utara, LIVESUMUT.com – Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Mori Centre yang berlokasi di Jalan Balige – Silangit, Desa Parik Sabungan, Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, menggelar sosialisasi ke sejumlah sekolah di kawasan Danau Toba.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan program magang pelatihan dan peluang kerja di Jepang.
LPK Mori Centre yang dipimpin oleh Rijen Alam Sinurat telah berpengalaman dalam mengirim tenaga kerja ke Jepang.
Dalam sosialisasi yang digelar di SMA PGRI Siborong-borong pada Senin (24/02/2025), Rijen menyampaikan pentingnya peluang kerja di Jepang bagi siswa yang berminat berkarir di luar negeri.
“Untuk siswa-siswi yang hendak berkarir di luar negeri, khususnya Negara Jepang, kami dari LPK Mori Centre siap melatih adik-adik. Sebab peluang bekerja di Jepang saat ini sangat tinggi,” kata Direktur LPK Mori, Rijen Alam Sinurat.
Ia menambahkan bahwa bagi yang berhasil mendapatkan kesempatan bekerja di Jepang, gaji yang ditawarkan berkisar antara 17 hingga 25 juta rupiah per bulan.
Didampingi oleh Humas LPK Mori Centre, Golmen Lumbanraja, Rijen juga menjelaskan bahwa LPK Mori Centre Silangit merupakan satu-satunya lembaga pendidikan bahasa Jepang di Tapanuli Raya yang telah diverifikasi dan terakreditasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan.
“Banyak LPK di bidang pelatihan pendidikan bahasa Jepang di Tapanuli Raya, tapi hanya kita yang sudah terverifikasi dan terakreditasi dari Kementerian Ketenagakerjaan,” ujarnya.
Dalam sosialisasi tersebut, Rijen juga menyebutkan enam syarat utama bagi calon peserta magang ke Jepang, yakni:
1. Pendidikan minimal SMA/SMK sederajat,
2. Sehat jasmani dan rohani,
3. Usia 17-38 tahun,
4. Tinggi badan minimal 145 cm untuk wanita dan 155 cm untuk pria,
5. Berat badan proporsional,
6. Tidak memiliki cacat fisik dan tidak buta warna.
Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari para pelajar dan pihak sekolah.
Kepala SMA PGRI Siborong-borong, Alpa Simanjuntak, memberikan motivasi kepada siswa yang berencana tidak melanjutkan ke perguruan tinggi agar mempertimbangkan peluang kerja di Jepang.
“Jangan buru-buru untuk menikah dulu. Jika seandainya tidak melanjut kuliah, cobalah berkarir bekerja ke Jepang melalui LPK Mori Centre Silangit ini,” ujar Alpa, yang disambut tepuk tangan meriah dari para siswa.







