Scroll untuk baca artikel
Daerah

Tindaklanjuti Dugaan Arogansi Kadis Dikpora, DPRD Samosir Sidak ke SMPN 1 Sianjur Mulamula

661
×

Tindaklanjuti Dugaan Arogansi Kadis Dikpora, DPRD Samosir Sidak ke SMPN 1 Sianjur Mulamula

Sebarkan artikel ini

Samosir, LIVESUMUT.com – Isu dugaan sikap arogan yang ditunjukkan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Samosir, Jonson Gultom, mulai menuai respons serius dari kalangan legislatif.

Rabu pagi (9/4/2025), Komisi I DPRD Kabupaten Samosir turun langsung ke SMP Negeri 1 Sianjur Mulamula, lokasi yang menjadi sumber laporan sejumlah guru terkait dugaan perlakuan kasar dari sang Kadis.

Inspeksi ini merupakan langkah awal DPRD dalam menggali kebenaran informasi yang beredar di publik.

Menurut laporan, Jonson Gultom disebut membentak beberapa guru saat melakukan kunjungan kerja ke sekolah tersebut.

Tindakan tersebut dinilai tidak pantas dan mencoreng wibawa jabatan serta dunia pendidikan.

Ketua Komisi I DPRD Samosir, Noni Sulvia, memastikan bahwa lembaganya tidak akan tinggal diam.

Ia menyebutkan pihaknya akan menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dalam waktu dekat guna mendalami persoalan ini lebih lanjut.

Baca Juga :  Cegah Peredaran Narkoba, Polsek Siantar Barat Patroli Kampung Bebas Narkoba di Jalan Jawa

Saat dimintai keterangan mengenai waktu pelaksanaan RDP, Noni hanya menjawab singkat, “Nanti saja iya, kami mau ke Dinas Pendidikan,” ujarnya kepada wartawan.

Turut hadir dalam kunjungan itu anggota Komisi I DPRD, Edis Frianto Naibaho, yang juga dipercaya sebagai juru bicara dalam pertemuan dengan pihak sekolah.

Ia menyampaikan keprihatinan dan menegaskan pentingnya perlindungan terhadap tenaga pendidik dari tindakan intimidatif, terlebih yang datang dari atasan langsung.

“Guru adalah pilar penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Mereka harus dihargai, bukan justru mendapatkan perlakuan kasar dari atasannya,” tegas Edis.

Dalam pertemuan tertutup bersama pihak sekolah, beberapa guru menyatakan mereka merasa terintimidasi dan tersinggung atas sikap Kadis saat kunjungan kerja sebelumnya.

Meski begitu, karena posisi mereka sebagai bawahan, banyak dari mereka memilih diam dan tidak mengadukan hal tersebut secara terbuka.

Baca Juga :  Rekomendasi LKPJ 2024 Diserahkan DPRD, Bupati Samosir Komit Tindaklanjuti

DPRD menilai kejadian ini dapat berdampak negatif terhadap iklim kerja di lingkungan sekolah.

Apalagi, masa pemulihan pascapandemi masih membutuhkan dukungan moral dan semangat dari semua pihak dan bukan tekanan.

Edis Frianto menegaskan bahwa Komisi I akan segera menggelar RDP dengan menghadirkan Jonson Gultom untuk memberikan klarifikasi.

“Kami tidak akan membiarkan persoalan ini berlalu begitu saja. Ada tanggung jawab moral untuk melindungi marwah guru,” ungkapnya.

Ia menambahkan, jika dugaan tersebut terbukti benar, evaluasi jabatan terhadap Kadis Dikpora merupakan langkah yang patut dipertimbangkan demi menjaga integritas birokrasi dan keharmonisan dalam dunia pendidikan.

Salah seorang guru yang tidak ingin disebutkan namanya menyampaikan harapannya agar peristiwa ini menjadi pelajaran.

“Kami tidak butuh pembelaan yang muluk-muluk, hanya ingin dihargai sebagai manusia dan sebagai tenaga pendidik,” ungkapnya tulus.

Baca Juga :  Oloan Nababan : Ormas Berperan Aktif dalam Pembangunan dan Pelayanan Masyarakat

Selain itu, Komisi I DPRD membuka opsi mediasi apabila diperlukan.

Mereka menekankan bahwa penyelesaian masalah ini harus menjunjung tinggi keadilan, penghormatan profesi, dan komunikasi yang beretika.

DPRD juga mengingatkan seluruh pejabat struktural di lingkungan Pemkab Samosir untuk menanamkan etika dan tata krama dalam menjalankan fungsi birokrasi, terutama di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi ruang pembinaan, bukan intimidasi.

Tokoh masyarakat Kecamatan Sianjur Mulamula, Saut Limbong, turut menyuarakan kritik terhadap tindakan Kadis tersebut.

“Seharusnya Kadis itu tidak membentak guru. Jikalau pun ada masalah, harusnya Kadis menegur secara lisan dan bisa juga dengan surat resmi,” ujarnya.

DPRD berharap agar kejadian serupa tidak terulang.

Komunikasi yang sehat dan saling menghormati dinilai menjadi kunci utama menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi guru, siswa, dan seluruh pemangku kepentingan.

You cannot copy content of this page