Scroll untuk baca artikel
PeristiwaTravel

Penumpang Bus Nice Trans Meninggal Dunia Saat Perjalanan

490
×

Penumpang Bus Nice Trans Meninggal Dunia Saat Perjalanan

Sebarkan artikel ini

Pematangsiantar, LIVESUMUT.com | Seorang penumpang bus antarkota lintas Sumatera ditemukan meninggal dunia saat perjalanan menuju Kota Pematangsiantar, Minggu (13/7/2025) siang.

Korban berinisial SH (42), warga Huta III Baja Dolok, Kelurahan Baja Dolok, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, diketahui meninggal dunia ketika bus Nice Trans BK 7495 DL yang ditumpanginya tiba di loket Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara.

Kapolsek Siantar Utara AKP Jahrona Sinaga SH memimpin langsung pengecekan Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama personel piket dan Tim Inafis Sat Reskrim Polres Pematangsiantar begitu mendapat laporan dari pihak loket.

Baca Juga :  Call Center 110! Polres Samosir Gercep Tindak Kasus Pencurian di Pangururan

Jenazah kemudian dievakuasi ke ruang jenazah RSUD dr Djasamen Saragih untuk divisum.

Menurut keterangan sopir bus Rudianto Supratman Simanjuntak dan kondektur Riski Panjaitan, korban naik bus dari Terminal Amplas Medan setelah diantar temannya menggunakan ojek, dengan tujuan pusat perbelanjaan Ramayana Pematangsiantar.

Dalam perjalanan, tepatnya di kawasan Dolok Merangir, seorang penumpang melaporkan kondisi korban yang tampak lemas.

Riski kemudian mencoba memberi pertolongan dengan memijat korban dan mengoleskan minyak angin.

Bus sempat berhenti di Puskesmas Tapian Dolok Sinaksak, tetapi saat itu tidak ada dokter yang bertugas sehingga sopir memutuskan melanjutkan perjalanan ke Pematangsiantar.

Baca Juga :  Viral! Ribut di Polres P.Sidimpuan, Mantan Polisi Adu Mulut dengan Kepala SPKT

Setiba di loket Nice Trans, penjaga loket Deliana mendapati korban sudah meninggal dan segera melaporkannya ke Polsek Siantar Utara.

Pihak keluarga korban, melalui adik korban berinisial TS, menyatakan bahwa korban memiliki riwayat penyakit dan sedang berobat di Puskesmas Tanah Jawa.

Keluarga pun membuat pernyataan resmi untuk menolak autopsi.

“Korban meninggal diduga akibat sakit dideritanya dan keluarga sudah membuat surat pernyataan tidak dilakukan autopsi terhadap jenajah korban,” pungkas AKP Jahrona.

Jenazah SH kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka di Baja Dolok, Tanah Jawa, Simalungun.

You cannot copy content of this page