Scroll untuk baca artikel
NasionalTNI/Polri

Modernisasi Polri Dipertanyakan: Ke Mana Robot Humanoid Saat Aksi Unjuk Rasa?

1247
×

Modernisasi Polri Dipertanyakan: Ke Mana Robot Humanoid Saat Aksi Unjuk Rasa?

Sebarkan artikel ini

Jakarta, LIVESUMUT.com | Kehadiran teknologi modern dalam institusi Polri kembali menjadi sorotan publik.

Setelah sebelumnya 25 unit robot humanoid dan robot anjing (K9) Polri diperkenalkan secara megah di Monas pada 29 Juni 2025 dalam rangka Hari Bhayangkara ke-79.

Mulai tanggal 25 Agustus hingga 31 Agustus terjadi demo besar-besaran di Ibukota Indonesia, Jakarta, meminta supaya DPR dibubarkan.

Bahkan beberapa rumah Anggota DPR RI dijarah oleh massa.

Namun Robot Humanoid tersebut tidak tampak saat pengamanan Demo.

Kini muncul pertanyaan, di mana keberadaan robot-robot tersebut saat terjadi aksi unjuk rasa beberapa hari terakhir?

Baca Juga :  AKBP Janton Silaban Dimutasi ke Polda Sumut, Meninggalkan Jejak Positif di Polres Belawan

Padahal, menurut Polri, robot ini dirancang untuk mendukung 7 fungsi utama kepolisian, salah satunya pengawasan lokasi berbahaya seperti gedung terbengkalai, zona konflik, hingga area bencana, yang secara definisi mencakup area demonstrasi dengan potensi kericuhan.

Dalam perkenalan resminya, Irwasum Polri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa teknologi ini adalah wujud modernisasi Polri menuju institusi presisi, humanis, dan berorientasi keselamatan publik.

“Modernisasi Polri adalah perjalanan panjang yang membutuhkan dukungan seluruh rakyat Indonesia. Kami berkomitmen menjalani proses ini dengan transparansi… Teknologi ini hadir untuk memperkuat nilai kemanusiaan dalam pelayanan kepolisian,” ujarnya saat itu.

Baca Juga :  Mutasi Besar Polri: Dari Mabes hingga 7 Kapolda Diganti

Robot Humanoid dan K9 ini diklaim memiliki kemampuan canggih, antara lain:

  • Beroperasi 8 jam non-stop di cuaca ekstrem.
  • Dilengkapi teknologi AI untuk analisis perilaku massa.
  • Mampu membantu penjinakan bom, patroli cerdas, hingga pencarian korban bencana.

Namun, publik menilai teknologi ini belum terlihat perannya dalam pengamanan aksi unjuk rasa terakhir yang terjadi di beberapa titik ibu kota.

Hal ini memunculkan tanda tanya, apakah robot ini memang sudah siap operasional atau masih sebatas unjuk gigi?

Polri hingga kini belum memberikan penjelasan resmi terkait absennya robot tersebut dalam pengamanan demo.

Baca Juga :  Pemerintah Cairkan Gaji ke-13 ASN dan Pensiunan, Simak Jadwal dan Rinciannya

Jika teknologi ini benar-benar siap, tentu penerapannya akan menjadi terobosan untuk mengurangi gesekan antara aparat dan massa, sekaligus menjamin pengawasan yang lebih aman dan humanis.

Pengenalan robot polisi memang menjadi langkah besar Polri dalam transformasi digital.

Namun, implementasi nyata di lapangan akan menjadi ujian sesungguhnya.

Apakah inovasi ini sekadar seremonial atau benar-benar bermanfaat untuk publik?

You cannot copy content of this page