Scroll untuk baca artikel
DaerahHukum & Kriminal

Sudah Berdamai dan Terima Haknya, Keluarga Suib Gultom Dinilai Lupa Ucap Terima Kasih

670
×

Sudah Berdamai dan Terima Haknya, Keluarga Suib Gultom Dinilai Lupa Ucap Terima Kasih

Sebarkan artikel ini

P.SIDIMPUAN | LIVESUMUT.com – Setelah berakhir damai dan menerima haknya, keluarga Suib Gultom dengan Kasim Wijaya kembali menuai sorotan publik.

Bukan karena kasus lamanya, melainkan karena sikap keluarga Suib Gultom yang kini kembali disorot publik.

Mereka dinilai tak tahu berterima kasih kepada pihak-pihak yang turut membantu menyelesaikan konflik, termasuk media dan warganet yang sebelumnya ikut memperjuangkan agar persoalan mereka mendapat perhatian.

Seperti diketahui, kisruh antara keluarga Suib Gultom dengan pengusaha Kasim Wijaya sempat viral di media sosial dan berbagai pemberitaan online.

Baca Juga :  Tekan Inflasi, Kejari Simalungun Gelar Pasar Murah Bersama Bulog

Saat itu, pihak keluarga aktif meminta agar persoalan tersebut diviralkan, dengan alasan ingin mencari keadilan dan menuntut hak yang mereka klaim belum diterima.

Namun setelah difasilitasi oleh Polres Padangsidimpuan dan Kodim 0212/TS, kedua belah pihak akhirnya berdamai secara kekeluargaan.

Bahkan, Suib Gultom dalam pernyataannya mengaku telah menerima haknya dan berjanji tidak memperpanjang masalah.

Ironisnya, dalam pernyataan damai yang beredar luas, tak sekalimat pun terdengar ucapan terima kasih kepada wartawan, media, dan masyarakat netizen yang sempat membantu menyuarakan kasus tersebut hingga viral.

Baca Juga :  Viral! Ribut di Polres P.Sidimpuan, Mantan Polisi Adu Mulut dengan Kepala SPKT

Padahal, publik menilai tanpa sorotan media dan dukungan warganet, kasus itu mungkin tak akan secepat itu mendapat atensi aparat dan pihak terkait.

“Waktu butuh dukungan, semua dilibatkan. Tapi begitu masalah selesai dan hak diterima, tiba-tiba semua dilupakan.

Ini contoh klasik bagaimana orang hanya ingat media saat butuh, tapi lupa berterima kasih saat sudah dibantu,” ujar salah satu jurnalis di Padangsidimpuan dengan nada kecewa.

Sejumlah netizen juga menilai tindakan keluarga Suib kurang menghargai kerja jurnalis yang telah membantu mengangkat kasusnya secara berimbang.

Baca Juga :  Jual Sabu di Silimakuta, Pria 41 Tahun Dibekuk Bersama 8 Paket dan Motor

“Media bukan alat pencitraan sesaat. Kalau sudah diberitakan, lalu selesai, minimal ada etika berterima kasih, bukan malah minta berita dihapus,” tulis seorang warganet di kolom komentar.

Kini, penyelesaian damai antara kedua pihak memang patut diapresiasi. Namun, publik berharap peristiwa ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak yang kerap menuntut perhatian melalui media.

Setiap orang diharapkan mampu bersikap dewasa, sportif, dan menghargai peran jurnalis serta masyarakat yang telah membantu menyuarakan perjuangannya

You cannot copy content of this page