Scroll untuk baca artikel
Advertisement
Advertisement
Advertisement Mitsubishi Dipo Medan - Santo Manalu
Advertisement
Advertisement
Peristiwa

Tragis di Doloksanggul, Pasutri Ditemukan Meninggal di Kamar

1689
×

Tragis di Doloksanggul, Pasutri Ditemukan Meninggal di Kamar

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

Humbahas, LIVESUMUT.com — Warga Desa Aek Lung, Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), mendadak digemparkan dengan penemuan sepasang suami istri yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, Minggu (28/12/2025) pagi.

Mendapat laporan dari masyarakat, personel Polres Humbang Hasundutan langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan kedua korban telah tidak bernyawa di dalam kamar tidur dengan posisi tubuh telungkup.

Polisi segera melakukan olah TKP dan identifikasi korban. Dari hasil pemeriksaan, diketahui kedua korban berinisial DTS (55) dan ENS (55), masing-masing merupakan suami istri. Keduanya diketahui berdomisili di Desa Sorek I, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Baca Juga :  Polres Humbahas Bersama Petani Gelar Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026

Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Doloksanggul untuk dilakukan visum et repertum (VER). Dalam proses olah TKP, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya tempat pembakaran arang, beberapa tas dan dompet berisi uang serta perhiasan emas, telepon genggam, bantal berlumur darah, hingga pakaian milik korban.

Kapolres Humbang Hasundutan AKBP Arthur Sameaputty, SIK, melalui Kasat Reskrim Iptu Jhon F. M. Siahaan, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil visum dokter forensik RSUD Doloksanggul, kedua korban meninggal dunia akibat asfiksia atau keracunan gas karbon monoksida (CO) yang berasal dari asap arang.

Baca Juga :  Tiga Kecelakaan Terjadi di Humbahas dalam Seminggu, Satu Pelajar Meninggal Dunia

“Dari hasil pemeriksaan medis, korban meninggal dunia akibat keracunan asap arang. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada tindak pidana,” tegas Kasat Reskrim.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi, diketahui kedua korban pulang ke Doloksanggul dari Riau untuk menghadiri pesta keluarga sekaligus merayakan Natal dan Tahun Baru. Sejak Sabtu sore (27/12/2025), korban sudah sulit dihubungi dan rumah dalam keadaan terkunci dari dalam.

Hingga akhirnya pada Minggu pagi sekitar pukul 05.30 WIB, sejumlah saksi bersama Kepala Dusun mendobrak pintu rumah. Saat pintu kamar dibuka, kedua korban ditemukan dalam kondisi tidak sadar dan telungkup. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke pemerintah desa dan pihak kepolisian.

Baca Juga :  Detik-Detik Tragis Pelajar SMK Tertabrak Kereta Api Siantar Express

Anak korban, NYS (33), menyampaikan kepada polisi bahwa pihak keluarga menolak dilakukan autopsi. Keluarga secara resmi mengajukan surat pernyataan penolakan autopsi dan menyatakan telah mengikhlaskan kepergian kedua korban.

“Pihak keluarga telah menerima dan mengikhlaskan meninggalnya kedua korban,” ujar Iptu Jhon F. M. Siahaan singkat.

Usai seluruh rangkaian pemeriksaan selesai, jenazah kedua korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan.

Advertisement
Advertisement

You cannot copy content of this page