Daerah

Wamen ESDM Tinjau PLTP Sarulla, Bupati Taput Tawarkan Terobosan Energi untuk Pertanian

155
×

Wamen ESDM Tinjau PLTP Sarulla, Bupati Taput Tawarkan Terobosan Energi untuk Pertanian

Sebarkan artikel ini

Taput, LIVESUMUT.com – Kunjungan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Yuliot Tanjung, ke Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla di Kecamatan Pahae Julu, Jumat (31/7/2026), membuka peluang baru bagi pengembangan sektor pertanian di Tapanuli Utara.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., tidak hanya menyambut rencana revitalisasi PLTP Sarulla, tetapi juga menawarkan gagasan strategis agar energi panas bumi yang belum termanfaatkan secara optimal dapat mendukung hilirisasi hasil pertanian lokal.

Menurut Bupati, kawasan Pahae selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi jagung dan kopi di Tapanuli Utara. Karena itu, pemanfaatan sisa energi atau gas geothermal untuk mengoperasikan mesin pengering hasil pertanian dinilai dapat menjadi solusi yang berdampak langsung bagi petani.

Baca Juga :  4 Desa dan 1 Kecamatan Binaan di Toba Disupervisi Tim Sumut

“Pemanfaatan energi panas bumi untuk mendukung pengolahan pascapanen akan meningkatkan kualitas produk pertanian, memperpanjang daya simpan, dan memberikan nilai tambah bagi petani,” ujarnya.

Di sisi lain, kunjungan Wamen ESDM juga difokuskan pada evaluasi operasional PLTP Sarulla yang saat ini mengalami penurunan kapasitas produksi listrik. Dari kapasitas terpasang sebesar 330 Megawatt (MW), produksi saat ini berada di kisaran 220 MW akibat menurunnya tekanan uap alami pada reservoir panas bumi.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, PT Sarulla Operations Ltd (SOL) telah menyiapkan investasi baru senilai US$270 juta atau sekitar Rp4,8 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk program revitalisasi fasilitas guna mengembalikan kapasitas pembangkit ke tingkat optimal.

Baca Juga :  Menkes Kunjungi Taput, Bupati Usulkan Pembangunan Rumah Sakit Baru

Wamen ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan bahwa proses administrasi proyek revitalisasi ditargetkan selesai pada Oktober 2026. Selanjutnya, pekerjaan fisik dan peningkatan kapasitas produksi akan dilaksanakan secara bertahap pada periode 2027 hingga 2028.

Bupati Hutabarat menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian ESDM terhadap keberlanjutan investasi PT SOL di Tapanuli Utara. Ia menilai kehadiran investasi tersebut tidak hanya penting bagi ketahanan energi nasional, tetapi juga menjadi katalis pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, lanjutnya, berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap seluruh proses administrasi dan menjaga iklim investasi yang kondusif agar revitalisasi PLTP Sarulla berjalan lancar.

Baca Juga :  Bupati Toba Sampaikan RPKUA dan RPPPAS 2025, Belanja Modal Turun Drastis

Dengan rencana investasi bernilai triliunan rupiah dan peluang pemanfaatan energi panas bumi untuk sektor pertanian, PLTP Sarulla diproyeksikan tidak hanya menjadi penghasil listrik strategis di Sumatra, tetapi juga motor penggerak transformasi ekonomi masyarakat Tapanuli Utara melalui penguatan sektor pertanian dan hilirisasi produk lokal.

You cannot copy content of this page