Daerah

Lomba Inovasi Toba 2026 Resmi Digelar, Pemenang Diumumkan Saat HUT RI

72
×

Lomba Inovasi Toba 2026 Resmi Digelar, Pemenang Diumumkan Saat HUT RI

Sebarkan artikel ini
Foto: Peserta dari organisasi perangkat daerah (OPD) dan kecamatan mempresentasikan inovasi dalam Lomba Inovasi Toba 2026 yang digelar Bappelitbangda Kabupaten Toba di Balige.

BALIGE, LIVESUMUT.com – Lomba Inovasi Toba 2026 resmi digelar Pemerintah Kabupaten Toba melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda). Ajang yang diikuti organisasi perangkat daerah (OPD) dan kecamatan ini menjadi wadah untuk melahirkan berbagai inovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, dengan pemenang dijadwalkan diumumkan bertepatan pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis (5-6/8/2026), di Ruang Rapat Staf Ahli Bupati Toba tersebut diikuti 25 peserta, terdiri atas 12 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan 13 kecamatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappelitbangda Kabupaten Toba, Sumiaty Sinaga, melalui Kepala Bidang Penelitian, Pengembangan dan Inovasi, Gibson Sitinjak, mengatakan lomba tersebut merupakan salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Toba untuk mendorong setiap perangkat daerah menghadirkan solusi inovatif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi.

Baca Juga :  Kejari Simalungun Hentikan Penuntutan Kasus Penadahan dan Hadiahkan Laptop untuk Anak Tersangka

“Setiap tahun pemerintah melakukan penilaian Indeks Inovasi Daerah. Karena itu, kegiatan ini kami selenggarakan untuk merangsang perangkat daerah melaksanakan inovasi dalam menghadapi berbagai persoalan yang dihadapi, baik di lingkungan perangkat daerah maupun pemerintah daerah secara umum. Melalui inovasi tersebut diharapkan muncul solusi yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Gibson di sela kegiatan, Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, inovasi yang dikembangkan tidak hanya bertujuan meningkatkan nilai Indeks Inovasi Daerah, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan, meningkatkan efektivitas pelayanan publik, serta menyelesaikan berbagai persoalan sesuai kewenangan pemerintah daerah.

Pada pelaksanaan tahun ini, lomba dibagi dalam dua kategori, yakni kategori Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kategori Kecamatan.

“Total peserta terdiri dari 12 perangkat daerah dan 13 kecamatan. Pengumuman pemenang direncanakan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang,” jelasnya.

Baca Juga :  Kantor Korwil Disdik Girsang Sipangan Bolon Kosong Usai Jam Istirahat, Disiplin ASN Disorot

Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, mulai dari rancang bangun dan pokok perubahan, tujuan inovasi, manfaat yang dihasilkan, pemenuhan kriteria inovasi, hingga kemampuan peserta mempresentasikan inovasi di hadapan tim juri.

Tim juri terdiri atas Staf Ahli Bupati Toba Sahat Manullang, Augus Sitorus, dan Darwin Sianipar, serta Asisten Pemerintahan Eston Sihotang, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jonni Lubis, dan Asisten Administrasi Umum Verri Napitupulu.

Ketua Tim Juri, Jonni Lubis, menegaskan bahwa pengembangan inovasi di lingkungan pemerintah daerah bukanlah program baru, melainkan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang mendorong setiap daerah terus berinovasi demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memotivasi seluruh perangkat daerah untuk terus berinovasi. Inovasi yang lahir diharapkan mampu menghilangkan hambatan-hambatan birokrasi sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat, efektif, dan efisien,” katanya.

Baca Juga :  Paskah Oikumene Samosir Dimeriahkan Bantuan Rp50 Juta dan Program Insentif Guru Sekolah Minggu

Selama proses penilaian, setiap peserta mempresentasikan inovasi yang telah dikembangkan melalui tayangan video, kemudian dilanjutkan dengan sesi wawancara bersama dewan juri untuk menggali implementasi, keberlanjutan, serta dampak nyata inovasi yang telah diterapkan.

Jonni berharap inovasi yang dihasilkan tidak berhenti pada ajang perlombaan semata, melainkan terus dikembangkan dan diterapkan secara berkelanjutan demi memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Perangkat daerah yang menjadi pemenang tentu akan memperoleh penghargaan. Lebih dari itu, inovasi yang memenuhi kualifikasi juga berpeluang mengikuti kompetisi di tingkat yang lebih tinggi. Yang terpenting, inovasi ini jangan berhenti sebagai wacana, tetapi benar-benar menjadi solusi atas berbagai hambatan pelayanan publik sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.

You cannot copy content of this page