Scroll untuk baca artikel
Daerah

SPPG ‘Marsiurupan’ Resmi Beroperasi, Bupati Taput Tekankan Gizi Berkualitas dan Ekonomi Lokal

288
×

SPPG ‘Marsiurupan’ Resmi Beroperasi, Bupati Taput Tekankan Gizi Berkualitas dan Ekonomi Lokal

Sebarkan artikel ini

 

Tapanuli Utara, LIVESUMUT.com — Komitmen Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara untuk memperkuat kualitas gizi dan ekonomi masyarakat kembali dibuktikan. Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., bersama Ketua TP PKK Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ‘Marsiurupan’ di Desa Hutabarat, Kecamatan Pahae Julu, Jumat (7/11/2025).

Acara tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Taput Oki Sibarani, Asisten Pemerintahan dan Kesra Bahal Simanjuntak, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah. Peresmian ini menandai bertambahnya jumlah SPPG di Kabupaten Tapanuli Utara menjadi 21 unit, yang berperan sebagai dapur sentral penyedia Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak sekolah.

Dalam sambutannya, Bupati JTP Hutabarat menegaskan bahwa pelaksanaan program MBG melalui SPPG merupakan bagian dari komitmen daerah dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Baca Juga :  Panen Hadiah Simpedes BRI Pematang Siantar: Sri Mutiani Bawa Pulang Hadiah Utama Mobil

“Kehadiran SPPG ‘Marsiurupan’ ini adalah wujud nyata kolaborasi kita untuk mewujudkan Asta Cita Presiden. Yang kita utamakan adalah kualitas makanan bergizi, bukan sekadar kuantitas. Asupan gizi siswa harus terpenuhi dengan baik untuk menciptakan Generasi Emas 2045,” ujar Bupati.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Bisukma yang diwakili oleh Jufri Sitompul, S.H., atas komitmennya dalam mendukung program pemerintah di bidang gizi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan pelayanan gizi yang berkelanjutan.

Lebih jauh, Bupati menekankan bahwa pengelolaan SPPG harus berpihak pada potensi lokal dan pemberdayaan ekonomi warga.

“Saya titip pesan kepada SPPG ‘Marsiurupan’, manfaatkan dana yang akan berputar sekitar Rp 30 juta per hari ini untuk membeli hasil pertanian dan bahan pangan dari masyarakat sekitar. Tidak perlu belanja dari luar Pahae. Berdayakan petani, koperasi desa dan pelaku UMKM setempat agar ekonomi lokal ikut tumbuh,” pesan Bupati.

Baca Juga :  Samosir Gelar Musrenbang RPJMD 2025–2029

Ia menambahkan, kehadiran SPPG diharapkan mampu menciptakan dua dampak besar yaitu pemenuhan gizi anak-anak serta penguatan ekonomi lokal. Dengan perputaran dana harian yang cukup besar, program ini akan memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi sektor pertanian, peternakan, dan perdagangan di wilayah Pahae Julu dan sekitarnya.

Selain ekonomi, Bupati JTP Hutabarat juga menyoroti pentingnya kebersihan dan higienitas dapur dalam proses pengolahan makanan bergizi. Pemerintah daerah telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk memastikan seluruh SPPG memenuhi standar kebersihan yang ditetapkan.

“Saya titip pesan kepada semua yang bekerja di sini, jaga kebersihan dan lakukan yang terbaik, karena penerima manfaat adalah masyarakat kita sendiri. Satgas hadir untuk membantu memastikan standar higienitas terpenuhi, bukan untuk menghalangi,” tegasnya.

Baca Juga :  Warga Pemohon Beras Bulog Mengaku Dimaki Staf Kantor Lurah Perdagangan III

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menargetkan pada tahun 2025 seluruh penerima manfaat MBG dapat terlayani secara menyeluruh. SPPG ‘Marsiurupan’ diharapkan menjadi pioneer dan role model bagi SPPG lain di Taput.

Ke depan, sasaran program akan diperluas, tidak hanya untuk anak sekolah, tetapi juga bayi baru lahir, ibu hamil, serta kelompok masyarakat rentan gizi lainnya.

Peresmian SPPG ditutup dengan pengguntingan pita dan peninjauan langsung ke area dapur oleh Bupati JTP Hutabarat. Ia bahkan turut mencicipi menu makanan hari itu, memastikan cita rasa dan kualitas sajian yang akan dinikmati oleh para penerima manfaat.

Dengan berdirinya SPPG ‘Marsiurupan’, semangat Taput untuk menghadirkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera kian nyata melangkah pasti menuju Generasi Emas 2045.

You cannot copy content of this page