Taput, LIVESUMUT.com – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menegaskan komitmennya membangun kualitas sumber daya manusia melalui program unggulan “Satu Keluarga Satu Sarjana” yang diwujudkan lewat Tapasada Academy. Program yang digagas Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., itu diharapkan menjadi tonggak lahirnya generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing.
Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas masyarakatnya. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus merancang pola terbaik agar cita-cita menghadirkan minimal satu sarjana di setiap keluarga dapat terwujud.
Menurutnya, Tapasada Academy bukan sekadar program bantuan pendidikan, melainkan investasi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia yang mampu menjadi motor pembangunan daerah.
Melalui program ini, para mahasiswa didorong untuk menempuh pendidikan tinggi di perguruan tinggi yang beroperasi di Tapanuli Utara. Selain memperoleh ilmu pengetahuan, mereka juga diharapkan tetap berkarya di daerah sendiri sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Keunggulan Tapasada Academy tidak berhenti pada pembiayaan pendidikan. Para peserta juga akan mengikuti program magang, mentoring, kuliah umum, hingga praktik lapangan bersama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dan berbagai mitra strategis. Langkah ini dirancang agar lulusan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga pengalaman, keterampilan, karakter, serta kesiapan memasuki dunia kerja.
Sebagai bentuk komitmen pemerintah terhadap pemerataan akses pendidikan, peserta program akan memperoleh pembebasan biaya pendaftaran dan biaya kuliah selama maksimal empat tahun atau delapan semester. Kebijakan ini diharapkan mampu menghapus hambatan ekonomi yang selama ini menjadi kendala bagi banyak anak muda dalam mengenyam pendidikan tinggi.
Pelaksanaan Tapasada Academy didukung melalui kerja sama dengan IAKN Tarutung, Universitas Tapanuli Utara (UNITA), UCLA, dan Universitas Terbuka (UT). Keempat institusi tersebut menjadi mitra strategis dalam mencetak generasi muda Tapanuli Utara yang berkualitas.
Pada tahap awal, sebanyak 100 mahasiswa akan menjadi angkatan pertama Tapasada Academy. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mengalokasikan anggaran sekitar Rp500 juta sebagai langkah awal merealisasikan program tersebut.
Bupati Jonius meyakini bahwa kehadiran seorang sarjana dalam setiap keluarga akan membuka peluang baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Meski menyadari akan muncul berbagai pandangan skeptis terhadap program tersebut, ia optimistis bahwa dengan kerja keras, ketulusan, dan dukungan seluruh elemen masyarakat, cita-cita “Satu Keluarga Satu Sarjana” akan menjadi kenyataan.
Program ini diharapkan menjadi gerakan bersama dalam membangun masa depan Tapanuli Utara melalui pendidikan, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan.













