Scroll untuk baca artikel
Daerah

Pelantikan Serentak : Misteri Satu Wakil Bupati yang Tak Dilantik, Ini Penyebabnya!

555
×

Pelantikan Serentak : Misteri Satu Wakil Bupati yang Tak Dilantik, Ini Penyebabnya!

Sebarkan artikel ini

Jakarta, LIVESUMUT.com – Pelantikan serentak kepala daerah oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Merdeka pada Kamis (20/2/2025) mencatat sejarah baru dalam proses demokrasi di Indonesia.

Sebanyak 961 kepala daerah dan wakil kepala daerah dilantik secara bersamaan.

Namun, di balik momen bersejarah ini, muncul pertanyaan terkait jumlah bupati dan wakil bupati yang tidak seimbang.

Berdasarkan data pelantikan, terdapat 363 bupati yang dilantik, sedangkan jumlah wakil bupati hanya 362 orang.

Ketimpangan ini terjadi karena di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Bupati Herdiat Sunarya dilantik tanpa pasangan.

Baca Juga :  Hari ke-14, Polsek Sukaramai Intens Bagikan Takjil di Ramadhan 1446 H

Dilansir dari KPU Kabupaten Ciamis, calon Wakil Bupati terpilih, Yana D Putra, meninggal dunia hanya dua hari sebelum hari pencoblosan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ciamis sebelumnya telah menetapkan Herdiat Sunarya sebagai bupati terpilih dalam rapat pleno terbuka yang digelar di Aula Hotel Tyara Plaza pada Kamis, 9 Januari 2025.

Ketua KPU Ciamis, Oong Ramdani, menyatakan bahwa meskipun insiden duka terjadi, proses demokrasi tetap berlangsung dengan lancar dan sesuai aturan.

“Meskipun pasangan beliau, almarhum Yana D Putra, telah berpulang, proses demokrasi ini berhasil kita laksanakan dengan baik sesuai aturan,” ujar Oong dalam Siaran Langsung KPU pada Kamis (9/2/2025).

Baca Juga :  GPM di Samosir Sediakan 5 Ton Beras dengan Harga Rp 59.000 per 5 Kg

Dengan situasi ini, Herdiat Sunarya akhirnya dilantik sendiri tanpa pasangan, yang menyebabkan jumlah bupati lebih banyak satu orang dibandingkan wakil bupati yang dilantik pada hari ini.

Kejadian ini menjadi catatan tersendiri dalam sejarah politik Indonesia.

Pelantikan serentak dengan jumlah kepala daerah yang ganjil jarang terjadi, namun hal ini menunjukkan bagaimana dinamika demokrasi tetap berjalan meskipun menghadapi tantangan yang tidak terduga.

You cannot copy content of this page