Scroll untuk baca artikel
Advertisement
Advertisement
Promo Mitsubishi Medan - Hubungi Santo Manalu
Daerah

Pemkab Taput Dorong Pejabat Jadi Pemimpin yang Berani, Adaptif, dan Berorientasi Solusi

15
×

Pemkab Taput Dorong Pejabat Jadi Pemimpin yang Berani, Adaptif, dan Berorientasi Solusi

Sebarkan artikel ini
Oplus_0

TARUTUNG, LIVESUMUT.com — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) memperkuat kapasitas aparatur di jajaran pemerintahan dengan membekali para pejabatnya kemampuan kepemimpinan dan manajerial yang lebih praktis serta berorientasi pada penyelesaian persoalan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Practical Leadership and Managerial Skill yang diikuti Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, serta seluruh camat se-Kabupaten Tapanuli Utara. Kegiatan berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara, Tarutung, Kamis (10/9/2026).

Pelatihan yang digagas Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Taput ini tidak hanya menitikberatkan pada teori kepemimpinan. Para peserta diarahkan agar mampu menerapkan kemampuan manajerial dalam menghadapi persoalan pemerintahan sehari-hari, mengambil keputusan secara tepat, serta membangun komunikasi yang efektif di lingkungan kerja.

Kepala BKPSDM Kabupaten Tapanuli Utara, Jenri Simanjuntak, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya aparatur, khususnya mereka yang memiliki tanggung jawab dalam memimpin organisasi dan mengelola pelayanan pemerintahan.

Baca Juga :  TP PKK Tapanuli Utara Ukir Sukses di Ajang HKG PKK Sumut 2025

Menurutnya, kemampuan memimpin, mengelola pekerjaan dan berkomunikasi menjadi aspek penting yang harus dimiliki pejabat manajerial agar roda pemerintahan dapat berjalan lebih efektif dan menghasilkan kinerja yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Sementara itu, arahan Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., disampaikan Sekretaris Daerah Henry M. M. Sitompul, M.Si., menekankan bahwa jabatan bukan hanya soal kewenangan, tetapi juga menyangkut keberanian memikul tanggung jawab.

Saat membuka pelatihan, Henry mengingatkan para pejabat agar mampu tampil sebagai pemimpin yang berkarakter, menjadi tempat bagi bawahan untuk berdiskusi sekaligus menghadirkan solusi ketika persoalan muncul.

Ia juga menegaskan pentingnya keberanian dalam menentukan kebijakan.

Baca Juga :  15 Atlet Savate Taput Siap Unjuk Kemampuan di Kejurprov Sumut, Bidik Jalan Menuju PON

Pejabat yang berada pada posisi strategis, kata Henry, harus mampu mengambil keputusan secara tegas dan bertanggung jawab, bukan justru menghindar ketika menghadapi persoalan dalam pelaksanaan tugas.

“Jadilah pemimpin yang berkarakter, yang mampu menjadi pengayom, tempat berdiskusi, dan pemberi solusi bagi anggota tim,” tegasnya.

Pelatihan menghadirkan Johnson Alvonco Hutauruk, Ph.D., M.Th., praktisi sekaligus pakar kepemimpinan dari Johnson Ministry/STT Trinity. Mengusung tema “Practical Leadership & Managerial Skill: From Insight to Action for a Better Future”, materi pelatihan dirancang agar peserta tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi mampu menerjemahkannya menjadi tindakan nyata.

Sejumlah materi penting diberikan, mulai dari penguatan lima kecerdasan pemimpin, yakni IQ, EQ, AQ, PQ, dan SQ, hingga pemahaman lima peran strategis seorang pemimpin sebagai Coach, Trainer, Motivator, Konselor, dan Spiritual Companion.

Baca Juga :  Bupati Tapanuli Utara Perjuangkan Tambahan DAU Rp142,87 Miliar

Peserta juga dibekali kerangka POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) sebagai dasar pengelolaan organisasi. Kemampuan memecahkan masalah dan mengambil keputusan berbasis data turut menjadi bagian penting dalam pelatihan tersebut.

Pemkab Taput menempatkan peningkatan kompetensi pejabat sebagai salah satu instrumen untuk mendorong perbaikan kinerja pemerintahan. Kepemimpinan yang lebih efektif diharapkan berdampak pada percepatan berbagai agenda pembangunan daerah.

Mulai dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), percepatan penanganan kemiskinan, penguatan Indeks Reformasi Birokrasi, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.

Dengan demikian, pelatihan ini diarahkan bukan sekadar menjadi agenda peningkatan kompetensi aparatur, melainkan menjadi momentum untuk membangun budaya kerja pemerintahan yang lebih responsif, adaptif, berani mengambil keputusan, dan fokus pada hasil yang nyata bagi masyarakat Tapanuli Utara.

Advertisement
Advertisement
Advertisement

You cannot copy content of this page