Scroll untuk baca artikel
Nasional

Kejati Sumut Siap Dukung dan Kawal Program Ketahanan Pangan

434
×

Kejati Sumut Siap Dukung dan Kawal Program Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini

Medan, LIVESUMUT.com – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menyatakan dukungannya terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Pernyataan ini disampaikan Koordinator Bidang Intelijen Kejati Sumut, Yos A Tarigan, SH, MH, dalam acara Jaksa Daring yang disiarkan langsung melalui akun Instagram Kejati Sumut, Kamis (13/2/2025).

Acara ini dipandu Kasi Penkum Adre W Ginting, SH, MH, dengan menghadirkan Kabid Tanaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Sumut, M. Juwaini, SP, M.MA, sebagai narasumber.

Dalam sambutannya, Adre W Ginting menyapa Sobat Adhyaksa yang setia mengikuti program Jaksa Daring dan menekankan bahwa salah satu prioritas Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto adalah ketahanan pangan nasional.

Baca Juga :  Gagal di Piala Asia U-20, PSSI Resmi Melepas Indra Sjafri dari Jabatan Pelatih Timnas

Yos A Tarigan menegaskan bahwa Kejaksaan, khususnya Kejati Sumut, akan mengawal dan mendampingi program pembangunan sektor pertanian.

“Kejaksaan dalam hal ini berperan untuk melakukan pengawalan dan pendampingan terhadap program pembangunan sektor pertanian dalam mewujudkan ketahanan pangan,” ujarnya.

Kabid Tanaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Sumut, M. Juwaini, mengungkapkan bahwa Sumatera Utara memiliki luas lahan padi sebesar 755 ribu hektar dan menjadi penyumbang beras terbesar ke-7 nasional dengan produksi 1,7 juta ton per tahun.

“Untuk kebutuhan beras, kita masih surplus. Belakangan ini ada kenaikan harga beras, tapi Sumut tidak sampai mengalami beras langka,” jelasnya.

Baca Juga :  Ketua Umum Aksira dan Kadin Cina Bersama Pengusaha Nasional Dorong Aceh Jadi Lumbung Pangan Nasional

Namun, Juwaini juga menyoroti tantangan berupa alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman.

“Untuk melindungi lahan pertanian agar fungsi utamanya tetap dipertahankan, perlu ada Pergub atau Perbup yang mempertegas pentingnya melindungi lahan-lahan sawah produktif,” tambahnya.

Ia juga memaparkan bahwa Pemprov Sumut telah mencetak 50 ribu hektar sawah baru di 14 kabupaten/kota pada 2024, termasuk di Labuhan Batu Utara, dengan memanfaatkan lahan rawa menjadi lahan produktif.

Yos A Tarigan juga menekankan pentingnya peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam mengedukasi petani, khususnya generasi muda.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sergei Shoigu, Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

“Keberadaan PPL di lapangan sangat mendukung tercapainya swasembada pangan, antara lain dengan mengedukasi petani memanfaatkan teknologi yang ada,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dukungan irigasi yang baik serta sinergi dengan pemangku kepentingan akan mempercepat terwujudnya ketahanan pangan nasional.

Di akhir sesi, M. Juwaini mengapresiasi peran PPL yang terus bersemangat dalam mendampingi petani.

“Penyuluh pertanian di lapangan agar tetap bersemangat dan tidak pernah surut dalam menjalankan tugas dan fungsinya mengedukasi petani menjadi lebih cerdas,” pungkasnya.

You cannot copy content of this page