Hongkong, LIVESUMUT.com – Hujan deras yang melanda wilayah selatan Tiongkok, tepatnya di provinsi Guangdong dan Guangxi, menyebabkan lima orang tewas dan sejumlah lainnya dilaporkan hilang pada akhir pekan lalu.
Otoritas setempat pun mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan ekstrem, banjir bandang di pegunungan, serta risiko bencana geologi di kawasan tersebut.
Menurut laporan kantor berita resmi Xinhua, dilansir dari Reuters, bahwa Pusat Meteorologi Nasional Tiongkok telah mengeluarkan serangkaian peringatan cuaca untuk wilayah Jiangxi, Zhejiang, Fujian, Guangxi, Guangdong, serta provinsi barat laut Xinjiang dari Minggu (18/5/2025) hingga Senin.
Peringatan kuning, tingkat ketiga dalam sistem peringatan cuaca empat tingkat Tiongkok, dikeluarkan untuk sebagian wilayah Zhejiang, Fujian, Guangdong, dan Guangxi.
Warna kuning menandakan risiko tinggi terhadap banjir di daerah pegunungan, dan masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi longsor dan bencana alam lainnya.
Data meteorologi Tiongkok juga mencatat bahwa tahun 2024 merupakan tahun terpanas sepanjang sejarah pencatatan suhu dalam lebih dari enam dekade terakhir, sekaligus tahun kedua berturut-turut di mana rekor iklim nasional terpecahkan.
Cuaca yang lebih panas di tahun lalu disertai dengan badai yang lebih kuat dan curah hujan yang lebih tinggi, yang turut mendorong lonjakan konsumsi listrik di negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia ini.
Televisi nasional Tiongkok, CCTV, juga melaporkan bahwa hujan lebat masih diperkirakan akan berlangsung dari Senin hingga Selasa di wilayah barat jauh Tiongkok, termasuk di sepanjang Pegunungan Tianshan di Xinjiang.
Pemerintah Tiongkok terus memantau perkembangan cuaca ekstrem ini dan menyerukan kesiapsiagaan masyarakat serta koordinasi antar lembaga untuk meminimalisasi dampak bencana lebih lanjut.













