Washington, LIVESUMUT.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas, sekaligus pembebasan seluruh sandera di Gaza.
Langkah ini menjadi bagian dari rencana perdamaian 20 poin yang digagas Trump untuk mengakhiri perang dua tahun antara kedua pihak.
Pengumuman itu disampaikan Trump melalui akun Truth Social-nya, pada Rabu (8/10/2025), hanya sehari setelah peringatan dua tahun serangan Hamas terhadap Israel yang memicu konflik berkepanjangan di Jalur Gaza.
“Saya sangat bangga mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah menandatangani fase pertama Rencana Perdamaian kami,” kata Trump.
“Ini berarti SEMUA sandera akan segera dibebaskan, dan Israel akan menarik pasukan mereka ke garis yang disepakati sebagai langkah pertama menuju Perdamaian yang Kuat, Bertahan Lama, dan Abadi,” tambahnya.
Dalam wawancara telepon dengan Fox News, Trump juga menyebutkan bahwa seluruh sandera, termasuk jenazah yang telah meninggal, akan dikembalikan pada hari Senin mendatang.
“Begitu banyak yang dilakukan untuk membebaskan para sandera, dan kami pikir mereka semua akan kembali pada hari Senin, jadi sepertinya itulah tujuannya,” ujar Trump.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membenarkan adanya kesepakatan tersebut dan menyatakan rasa syukurnya.
“Dengan pertolongan Tuhan, kami akan membawa mereka semua pulang,” ucap Netanyahu dalam pernyataan resmi.
Pemerintah Israel memperkirakan pembebasan sandera akan dimulai pada Sabtu (11/10).
Di sisi lain, Hamas juga mengonfirmasi telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang, dengan menyebut bahwa kesepakatan itu mencakup penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza serta pertukaran sandera dan tahanan.
Hamas mendesak Trump untuk memastikan Israel menghormati seluruh poin kesepakatan Gaza secara penuh.
Trump disebut akan berkunjung ke Mesir akhir pekan ini untuk menghadiri pertemuan lanjutan bersama para mediator dari Qatar, Mesir, dan Turki.
“Semua pihak akan diperlakukan secara adil! Ini adalah hari yang luar biasa bagi Dunia Arab dan Muslim, Israel, serta Amerika Serikat,” tulisnya.
Kesepakatan gencatan senjata ini menandai pencapaian diplomasi terbesar bagi Trump sejak kembali menjabat pada Januari 2025.
Dalam masa kampanye, ia berjanji akan mengakhiri konflik di Gaza dan Ukraina, meski dihadapkan dengan kompleksitas yang tinggi di lapangan.
Perundingan yang berlangsung di Sharm el-Sheikh, Mesir, turut dihadiri oleh menantu Trump, Jared Kushner, dan utusan khusus Steve Witkoff. Sementara Israel diwakili oleh Menteri Urusan Strategis, Ron Dermer.
Meski menjadi sinyal positif menuju perdamaian, sejumlah tantangan masih menghadang. Salah satunya adalah mekanisme penarikan pasukan Israel dari Gaza serta masa depan pemerintahan di wilayah tersebut pascaperang.
Sumber Palestina mengungkapkan bahwa Hamas menuntut jadwal penarikan yang jelas dan jaminan penarikan penuh Israel.
Namun, Hamas menolak menyerahkan senjatanya selama pendudukan Israel masih berlangsung di wilayah Palestina.
Otoritas Gaza melaporkan lebih dari 67.000 korban jiwa sejak perang dimulai pada Oktober 2023, sementara pihak Israel mencatat sekitar 1.200 korban tewas dan 251 sandera yang dibawa ke Gaza. Dari jumlah itu, 20 orang diyakini masih hidup.









