Caracas (Venezuela), LIVESUMUT.com – Mata dunia tertuju ke Benua Amerika pada akhir pekan ini. Presiden Venezuela Nicolás Maduro bersama sang istri, Cilia Flores, dilaporkan ditangkap oleh Amerika Serikat (AS) pada Sabtu pagi, 3 Januari 2026.
Penangkapan tersebut terjadi di tengah serangan udara Amerika ke ibu kota Venezuela, Caracas, yang langsung memicu ketegangan geopolitik tingkat tinggi.
Dilansir Reuters, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez memberikan pernyataan keras pada Sabtu sore. Dalam siaran langsung televisi nasional yang turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, Rodriguez mengecam tindakan Washington dan menyebutnya sebagai aksi penculikan terhadap kepala negara yang masih berkuasa.
“Kami menuntut pembebasan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores,” ujar Rodriguez.
Ia juga menyerukan perlawanan moral kepada seluruh rakyat Venezuela.
“Kami menyerukan pembelaan kehidupan. Tidak seorang pun warga Venezuela, baik pria maupun wanita, boleh berdiam diri, karena para ekstremis yang telah memprovokasi agresi bersenjata ini terhadap negara kita akan dihukum oleh sejarah dan keadilan,” tutur Rodriguez, dikutip dari detikNews.
Maduro Diekstraksi, Dibawa Kapal Perang AS
Setelah ditangkap, Nicolás Maduro diekstraksi dan diangkut menggunakan kapal perang USS Iwo Jima. Dari sana, Maduro bersama istrinya diterbangkan ke Amerika Serikat. Pesawat yang membawa keduanya terpantau mendarat di New York pada Sabtu malam waktu setempat.
Lantas, apa sebenarnya alasan Presiden Venezuela ditangkap Amerika Serikat?
Kenapa Presiden Venezuela Ditangkap Amerika?
Merujuk The Guardian, Nicolás Maduro mulai menjabat sebagai Presiden Venezuela pada 2013, menggantikan Hugo Chavez yang dikenal luas sebagai tokoh sosialis dengan sikap anti-Amerika Serikat. Hubungan Washington dan Caracas pun telah lama memburuk, bahkan sejak akhir abad ke-20.
Situasi memanas dalam beberapa bulan terakhir setelah Presiden AS Donald Trump, yang kembali menjabat pada 2025, secara terbuka menyerukan penggulingan Maduro. Trump menuding Maduro mengirim narkoba dan kriminal ke wilayah AS serta mencuri minyak milik Amerika.
Di sisi lain, Maduro menolak keras tuduhan tersebut dan menyebut Amerika Serikat berupaya menggulingkan pemerintahannya demi menguasai cadangan minyak Venezuela.
Berdasarkan keterangan resmi US Department of State, pada Maret 2020 Maduro telah didakwa atas sejumlah tuduhan berat, mulai dari terorisme narkoba, konspirasi impor kokain, hingga kepemilikan senjata mesin dan perangkat destruktif.
Jaksa Agung AS Pamela Bondi menegaskan kembali dakwaan itu melalui akun X miliknya, @AGPamBondi.
“Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah didakwa di distrik selatan New York. Nicolas Maduro telah didakwa dengan konspirasi Narkoterorisme, konspirasi impor kokain, kepemilikan senjata api dan perangkat destruktif lainnya, dan konspirasi untuk menggunakan senjata mesin dan perangkat destruktif terhadap Amerika Serikat,” tulisnya.
Tak hanya itu, Departemen Luar Negeri AS sebelumnya juga menawarkan hadiah bagi siapa pun yang memberikan informasi terkait penangkapan Maduro. Nilainya terus naik sejak 2020 dan terakhir, pada 7 Agustus 2025, mencapai 50 juta dolar AS.
Nasib Maduro: Sidang Federal Manhattan
Disadur dari CBS News, Maduro dan Cilia Flores diperkirakan akan dihadirkan di pengadilan federal Manhattan pada Senin, 5 Januari 2026. Sidang ini berkaitan langsung dengan dakwaan yang diajukan pada Maret 2020.
Dalam dakwaan tersebut, selain Maduro dan istrinya, terdapat empat nama lain: putra Maduro Nicolas Ernesto Maduro, Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello, mantan Menteri Dalam Negeri Ramon Rodriguez Chacin, serta pemimpin geng Tren de Arague Hector Rusthenford Guerrero Flores.
Hingga kini belum ada kepastian apakah Nicolas Ernesto Maduro ikut ditangkap. Sementara tiga terdakwa lainnya juga belum ditahan.
Presiden Trump memastikan proses hukum akan berjalan penuh.
“Maduro dan istrinya akan segera menghadapi kekuatan penuh keadilan Amerika dan diadili di tanah Amerika,” kata Trump dalam konferensi pers di Mar-a-Lago, Florida Selatan.
Sementara itu, Independent melaporkan bahwa Maduro dan Flores kemungkinan ditahan sementara di Metropolitan Detention Center, Brooklyn. Jadwal resmi persidangan masih menunggu konfirmasi otoritas terkait.
Siapa yang Memimpin Venezuela Sekarang?
Penangkapan Presiden Maduro memunculkan pertanyaan besar soal kepemimpinan Venezuela. Apakah Wakil Presiden Delcy Rodriguez otomatis mengambil alih kekuasaan?
Mengutip CBC, Rodriguez menyatakan akan mengambil alih pemerintahan, namun menegaskan tidak menggantikan Maduro sebagai presiden.
“Hanya ada satu presiden di Venezuela, dan namanya adalah Nicolas Maduro Moros,” ujarnya.
Pernyataan ini berseberangan dengan klaim Trump. Dalam konferensi pers sebelumnya, Trump mengatakan AS akan memimpin sementara Venezuela dan menyebut Delcy Rodriguez telah dilantik menjadi presiden.
“Pada dasarnya, dia bersedia melakukan apa yang menurut kami perlu untuk menjadikan Venezuela hebat kembali. Sangat sederhana,” kata Trump.
Ketidaksinkronan pernyataan ini menambah ketidakpastian politik di Venezuela. Laura Dib, kepala program Venezuela di Washington Office on Latin America (WOLA), menegaskan bahwa secara formal Rodriguez masih menjabat sebagai wakil presiden.
“Meskipun Maduro mungkin sudah tidak berkuasa lagi, itu tidak serta merta berarti bahwa transisi kekuasaan telah terjadi. Delcy Rodriguez tetap menjabat sebagai wakil presiden, dan masih ada ketidakpastian tentang bagaimana situasi akan berkembang,” katanya, dikutip dari Aljazeera.
Ia juga memperingatkan potensi krisis lanjutan.
“Salah satu skenario terburuk yang dapat diprediksi oleh warga Venezuela adalah apa yang saya sebut transisi tanpa transisi.”
Hingga kini, dunia masih menanti babak selanjutnya dari krisis politik Venezuela yang kian memanas dan berpotensi mengubah peta geopolitik kawasan Amerika Latin









