Scroll untuk baca artikel
Entertainment

Senandung Rindu Jonas Siregar, Jurnalis LIVESUMUT.com, Menyentuh di Tepian Danau Toba

620
×

Senandung Rindu Jonas Siregar, Jurnalis LIVESUMUT.com, Menyentuh di Tepian Danau Toba

Sebarkan artikel ini

Samosir, LIVESUMUT.com –  Langit kelabu menggantung rendah di atas Danau Toba, namun suara merdu seorang pemuda justru menjadi cahaya yang menghangatkan suasana pagi itu.

Ia bukan artis, bukan pula penyanyi terkenal. Tapi suara dan ketulusannya telah menyentuh banyak hati.

Namanya: Jonas Siregar, jurnalis media online LIVESUMUT.com.

Di sebuah warung sederhana di tepian Danau Toba, Jonas mengumandangkan “Senandung Rindu”, sebuah penampilan yang bukan konser, bukan karaoke, tetapi nyanyian hati yang lantang dan jujur.

Duduk santai dengan kaus bertuliskan “F1 Powerboat Lake Toba 2024”, tangan memegang mikrofon, dan sebuah amplifier kecil setia memantulkan suaranya ke penjuru danau.

Baca Juga :  Pemkab Samosir Gelar Upacara dan Refleksi 29 Tahun Perjalanan Otda

“Rindu itu seperti danau ini, luas, dalam, dan tenang di permukaan, tapi menyimpan gelombang di bawahnya,” ujar Jonas sebelum melantunkan lagu berikutnya.

Kalimat itu meluncur seperti puisi, menggambarkan isi hati yang tak mudah dilukiskan.

Pengamatan rekan jurnalis Pangihutan Sinaga, S.H., M.H. mengungkapkan betapa momen sederhana ini berubah menjadi peristiwa yang menyentuh.

Warung kecil dengan bangku plastik dan tanah berbatu menjadi panggung kehangatan.

Seorang ibu ikut bersenandung sambil menanak mie instan, anak kecil duduk diam mendengarkan, dan para pengunjung menepuk lutut mengikuti irama.

Baca Juga :  Reog Ponorogo di Simalungun: Harmoni Budaya Jawa dan Batak di Tengah Semangat Multikulturalisme

Jonas memang bukan bintang panggung. Tapi di tepi Danau Toba, ia menjadi suara rindu banyak orang.

Lagu-lagunya menceritakan cinta yang tak sampai, kampung halaman yang berubah, dan kenangan masa kecil yang masih menggantung di udara.

“Biasanya aku nyanyi buat diri sendiri, tapi di sini, rindu-rinduku terasa lebih berani keluar.” ujarnya.

Meski hujan rintik mulai turun, tak satu pun beranjak.

Suara Jonas menjadi semacam payung, meneduhkan mereka yang mungkin juga sedang membawa rindunya masing-masing.

“Kalau ada yang hatinya hangat setelah dengar aku nyanyi, itu sudah cukup,” katanya.

Baca Juga :  Irian Supermarket dan Departement Store Resmi Hadir di Pematangsiantar

Menutup penampilan dengan senyum kecil dan ucapan tulus: “Horas, mauliate. Rindu kalian juga kudendangkan.”

Seorang jurnalis memang harus serba bisa. Tapi di sela kesibukan, ada ruang untuk menghibur diri dan mencari udara segar.

Dan pagi itu, di tepian Danau Toba, Jonas Siregar membuktikan bahwa suara tulus dari hati bisa jauh lebih menggema daripada sorotan lampu panggung.

Senandungnya mungkin sederhana, tapi rindunya abadi.

You cannot copy content of this page