Tapanuli Utara, LIVESUMUT.com | Penggunaan Dana Desa (DD) tertuju pada Kepala Desa Horisan Ranggitgit, Kecamatan Parmonangan, terkait pengelolaan anggaran tahun 2023–2024 yang dianggap janggal oleh sejumlah warga. (Foto: Bak Air di Dusun 2 Pangadangan, Desa Horisan Ranggitgit, Kecamatan Parmonangan, Taput)
Dalam pemberitaan klarifikasi di beberapa media, Kepala Desa Saor Pardomuan Manalu membantah tudingan bahwa bak penampung air di desanya berasal dari bantuan perusahaan.
“Saya tegaskan bahwa bak penampung air tersebut dibangun dari dana desa tahun 2024, bukan bantuan dari PT TPL seperti yang diberitakan. Kami tidak pernah menerima sejenis dari perusahaan itu,” ujarnya dalam berita.
Namun, bantahan ini segera diklarifikasi oleh pihak PT Toba Pulp Lestari (TPL) Sektor Aek Raja, yang memastikan bahwa bantuan bak air tersebut memang berasal dari mereka.
“Bantuan bak air yang kami berikan dari pihak PT TPL ada di Desa Horisan Ranggitgit, Dusun 2 Pagadagan, sebelum COVID. Untuk Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan dokumentasinya ada di kantor,” jelas Maria Pasaribu dari Pihak TPL saat dikonfirmasi via WhatsApp, Sabtu (26/07/2025) pukul 15.45 WIB.
Tak hanya pihak perusahaan, masyarakat juga menguatkan bahwa bak air yang ada bukan berasal dari Dana Desa.
“Yang kami ketahui, Pak, bak air di desa kami ini bantuan dari pihak PT TPL, dan kami masyarakat yang meminta bantuan ini kepada pihak PT TPL, bukan DD Desa Horisan Ranggitgit,” ujar D.M, seorang warga, di waktu yang hampir bersamaan.
Pada sisi luar bangunan bak air juga tampak ada cap Toba Pulp Lestari.
Kekecewaan pun terus disuarakan oleh warga lainnya.
“Kami merasa dibodohi oleh Saor Pardomuan Manalu, Kades Horisan Ranggitgit. Akka natua-tua ma oto-otoan ni i, dao nai sian Tarutung i mangoto-oto i hami, kami kecewa (Kami orang tua mau dibodohin? Jauh kali dia dari Tarutung membodohi kami- red) ,” ungkap PS dalam sebuah orasi warga, Sabtu (26/07/2025).
Warga mendesak agar pihak berwenang menindaklanjuti dugaan ini.
“Kami mau, Kades Horisan Ranggitgit, Saor Pardomuan Manalu, harus ditindaklanjuti oleh pihak-pihak tertentu,” tambahnya.
Indikasi dugaan penyimpangan pun melebar ke pengelolaan program lainnya.
D.M kembali menyampaikan kejanggalan pada program BUMDes tahun anggaran 2023–2024 senilai Rp350 juta.
“BUMDes tahun 2023–2024, 350 juta, dipastikan dalam pembelian traktor untuk Desa Horisan Ranggitgit. Dan harapan itu pun gagal. Kades memasukkan dana 350 juta ke SILPA, tetapi masih dalam buku rekening,” jelasnya saat Musrenbang.
Lebih lanjut, warga mengaku dijanjikan alokasi dana per dusun untuk pembelian pupuk pada tahun 2025, namun hingga kini belum terealisasi.
“Kami disuruh rapat perdusun untuk realisasi pupuk tersebut, tetapi tak kunjung sampai ke masyarakat. Katanya akan terealisasi bulan Desember. Kami sangat heran dan merasa dibodohi,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Desa Horisan Ranggitgit belum memberikan tanggapan atas konfirmasi awak media LIVESUMUT.com terkait polemik yang tengah berkembang di tengah masyarakat.













