Scroll untuk baca artikel
Daerah

Akademisi USU Bawa Sampel Air Keruh Danau Toba untuk Uji Laboratorium

611
×

Akademisi USU Bawa Sampel Air Keruh Danau Toba untuk Uji Laboratorium

Sebarkan artikel ini

Samosir, LIVESUMUT.com | Fenomena alam yang menyebabkan air Danau Toba menjadi keruh menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan masyarakat.

Selain mengganggu ekosistem, kondisi ini juga diduga kuat menjadi penyebab kematian ikan dalam jumlah signifikan.

Menanggapi hal ini, Pemerintah Kabupaten Samosir bergerak cepat dengan menggandeng tim akademisi dari Universitas Sumatera Utara (USU) untuk melakukan penelitian lapangan.

Bupati Samosir, Vandiko Gultom, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bentuk keseriusan Pemkab dalam merespons kondisi yang terjadi.

“Ini langkah yang ditempuh Pemkab Samosir bersama Akademisi dari USU, kerjasama untuk mengambil sampel air, selanjutnya untuk dilakukan kajian terhadap fenomena alam di Samosir ini,” ujar Vandiko pada Jumat (25/7/2025).

Baca Juga :  Jelang Idul Fitri, Forkopimda Samosir Sidak Pos Operasi Ketupat Toba 2026

Tim peneliti dari USU, yang dipimpin oleh ahli limnologi Prof. Ternala Alexander Barus, telah melakukan pengambilan sampel air di kawasan Water Front Pangururan dan juga akan menjangkau perairan Sibeabea.

Menurut Prof. Ternala, salah satu dugaan sementara penyebab kekeruhan adalah perputaran air akibat angin kencang yang mengangkat endapan dari dasar danau ke permukaan.

“Di dasar sudah terjadi pembusukan yang bisa menghasilkan amoniak, H₂S, belerang yang toksin dan ketika naik ke permukaan menyebar menyebabkan ikan mati, karena kandungan oksigen sudah sangat rendah di bawah 2 mg/liter dan sebaiknya di atas 4. Tapi kami akan melakukan kajian untuk memastikan hal ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Selamatkan Danau Toba, 1.000 Ikan Ditebar dan 1.000 Pohon Ditanam

Sampel air dari berbagai titik tersebut kini telah dibawa ke laboratorium USU untuk dianalisis lebih lanjut.

Pemkab Samosir berharap hasil uji laboratorium bisa segera diketahui agar langkah penanganan dapat segera dilakukan.

“Kami harap masyarakat dapat bersabar, kita tunggu hasilnya. Jika sudah keluar nantinya, Pemkab Samosir akan berusaha maksimal dalam penanganan lebih lanjut,” tambah Vandiko.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi, diharapkan misteri di balik kekeruhan Danau Toba segera terungkap dan solusi terbaik bisa ditemukan demi menjaga kelestarian danau kebanggaan masyarakat Sumatera Utara ini.

You cannot copy content of this page