Scroll untuk baca artikel
Nasional

Tragis! Kecelakaan Jadi Pembunuh Ketiga di Indonesia

489
×

Tragis! Kecelakaan Jadi Pembunuh Ketiga di Indonesia

Sebarkan artikel ini

Jakarta, LIVESUMUT.com – Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Kakorlantas Polri), Inspektur Jenderal Aan Suhanan, memaparkan data kecelakaan lalu lintas tahun 2024 yang menunjukkan lonjakan signifikan.

Berdasarkan data tersebut, sepanjang Januari hingga Desember 2024, tercatat 1.150.000 kecelakaan yang menyebabkan sekitar 27.000 korban jiwa.

“Itu artinya dalam satu jam, sudah ada 3-4 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas,” ujar Aan dalam keterangan resminya, Ahad, 15 Desember 2024.

Jumlah ini meningkat drastis dibandingkan tahun 2023 yang mencatat 152 ribu kecelakaan dengan jumlah korban jiwa serupa.

Baca Juga :  Heboh Isu Amplop Hajatan Kena Pajak, Benarkah Akan Diterapkan?

“Angka tersebut meningkat nyaris 8 kali lipat dari tahun 2023,” tambah Aan.

Aan mengungkapkan bahwa lebih dari 3.000 korban meninggal tahun ini masih berada dalam usia produktif dan mayoritas berjenis kelamin laki-laki.

Hal ini, menurutnya, memiliki dampak besar pada struktur sosial masyarakat.

“Seorang tulang punggung meninggal dunia akibat kecelakaan berlintas, berarti ada anak-anak yang ditinggalkan menjadi anak yatim,” kata Aan.

“Seorang ibu yang ditinggalkan oleh suaminya sebagai tulang punggung,” ucapnya lagi.

Selain dampak sosial, kecelakaan lalu lintas juga memiliki dampak ekonomi.

“Mungkin ada keluarga yang lain yang menggantungkan hidupnya kepada tulang punggung tersebut, artinya ada potensi kemiskinan akibat kecelakaan lalu lintas,” ungkap Aan.

Baca Juga :  Mulai 5 Juni 2025, Pemerintah Beri Diskon Listrik 50% untuk Rumah Daya di Bawah 1.300 VA

Menurut Aan, kecelakaan lalu lintas kini menjadi penyebab kematian terbanyak ketiga di Indonesia, setelah penyakit TBC dan HIV-AIDS.

“Ranking ketiga setelah penyakit TBC, HIV-AIDS. Apakah ini akan diteruskan?” ujarnya.

Sementara itu, tenaga medis hanya mampu menyelamatkan sekitar 5.000 korban kecelakaan tahun ini.

“Itu sangat kecil sekali,” kata Aan.

Aan menegaskan bahwa kecelakaan lalu lintas selalu berawal dari pelanggaran peraturan.

Ia pun mengajak masyarakat untuk lebih disiplin di jalan.

“Kecelakaan tidak akan terjadi kalau salah satunya salah duanya, salah tiganya melakukan pelanggaran sehingga mengakibatkan peristiwa kecelakaan lalu lintas,” tegasnya.

Baca Juga :  Remaja Terseret 50 Meter Usai Tabrak Motor Tak Dikenal di Pematangsiantar

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan tren peningkatan kecelakaan setiap tahunnya, meski sempat menurun selama masa pandemi Covid-19. Pada 2019, terdapat 116.411 kecelakaan, sedangkan pada 2020, 2021, dan 2022 angkanya masing-masing mencapai 100.028, 103.645, dan 139.258 kejadian.

Dengan tingginya angka kecelakaan lalu lintas, Aan berharap kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas dapat ditingkatkan untuk menekan angka kecelakaan yang terus meningkat.

You cannot copy content of this page