Malang, LIVESUMUT.com – Presiden Prabowo Subianto angkat bicara mengenai polemik harga beras yang dinilai masih mahal. Menurutnya, pihak-pihak yang terus mengkritik harga beras sebaiknya mencoba menanam padi sendiri agar memahami perjuangan petani dalam menghasilkan komoditas pangan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri panen raya serentak tebu, kedelai, dan padi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). Kegiatan tersebut disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden dan merupakan bagian dari program ketahanan pangan nasional yang melibatkan TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara, serta digelar serentak di 43 titik di seluruh Indonesia.
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa mereka yang menganggap harga beras terlalu mahal belum tentu memahami beratnya perjuangan petani, mulai dari proses menanam hingga menghasilkan panen. Karena itu, menurutnya, petani layak memperoleh penghasilan yang baik dari hasil kerja keras mereka.
“Yang mengatakan beras terlalu mahal, suruh mereka ikut kau tanam beras. Kalau petani beras enggak boleh dapat penghasilan yang tinggi, ya, suruh mereka tanam padi sendiri,” kata Prabowo.
Mantan Menteri Pertahanan itu kemudian melontarkan candaan bahwa TNI bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman siap menyediakan lahan bagi para pengkritik harga beras agar bisa merasakan langsung menjadi petani.
“Suruh tanam sendiri, enak saja,” kata Prabowo.
Presiden menegaskan kesejahteraan petani harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, petani berhak memperoleh pendapatan yang layak karena memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada para petani dan nelayan Indonesia yang selama ini menjadi garda terdepan dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
“Terima kasih petani, nelayan Indonesia. Kau adalah pahlawan yang sebenarnya. Kau menghasilkan pangan untuk kita semua,” tutur Prabowo.
Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo secara resmi memulai panen raya serentak komoditas tebu, kedelai, dan padi di 43 titik di berbagai wilayah Indonesia. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional melalui kolaborasi dengan seluruh matra TNI.













