Samosir, LIVESUMUT.com – Maraknya aktivitas penggalian pasir di pinggiran Danau Toba, Samosir, semakin memicu keresahan masyarakat.
Warga khawatir dampak dari aktivitas ilegal ini akan merusak lingkungan, meningkatkan risiko banjir, dan mengancam mata pencaharian mereka.
Oleh karena itu, masyarakat Samosir meminta Pemerintah Kabupaten Samosir untuk menindak tegas para pelaku penggalian pasir yang tidak bertanggung jawab serta memperhatikan kelestarian area pinggiran Danau Toba.
Masyarakat yang tinggal di sekitar Danau Toba khawatir akan ancaman banjir akibat semakin berkurangnya pasir di kawasan pesisir danau.
Dampaknya tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga pada sektor pariwisata yang menjadi sumber utama penghidupan masyarakat.
Jika kondisi ini terus berlanjut, kawasan wisata di sekitar danau bisa tenggelam, merugikan warga yang bergantung pada sektor ini, seperti pengelola penginapan, homestay, speed boat, sepeda air, kano, hingga pedagang makanan dan minuman.
Efek dari penggalian pasir ini sudah mulai terlihat, di mana pasang air Danau Toba semakin sering terjadi dan menerjang berbagai fasilitas di pinggir danau, termasuk rumah warga, pondok santai, serta lahan masyarakat.
Menurut keterangan masyarakat Samosir, Mangoloi Sihaloho, kondisi air Danau Toba sekarang sudah naik diameternya hingga mencapai dua meter lebih dari biasanya.
“Hal ini membuat kami, masyarakat pinggiran Danau Toba, menjadi was-was dan tidak tenang akibat naiknya pasang air,” ujarnya pada Jum’at (14/3/2025).
“Mungkin ini terjadi karena pasir di pinggiran danau sudah mulai habis akibat seringnya digali dan diperjualbelikan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ungkapnya dengan nada sedih.
Masyarakat yang tinggal di sekitar Danau Toba semakin khawatir apabila kondisi ini terus berlanjut dan berujung pada bencana yang lebih besar.
Mereka berharap agar pihak yang melakukan penggalian pasir dapat ikut menjaga dan melestarikan Danau Toba.
Selain itu, mereka juga mengingatkan bahwa pinggiran Danau Toba bukan hanya sekadar wilayah eksploitasi, tetapi juga bagian dari ekosistem wisata dan sumber mata pencaharian masyarakat.
“Ini adalah warisan yang harus dijaga untuk anak dan cucu kita kelak,” tegas mereka.
Dengan kondisi yang semakin mengkhawatirkan ini, masyarakat Samosir mendesak Pemkab Samosir untuk segera bertindak tegas terhadap pelaku penggalian pasir ilegal demi menjaga keberlangsungan lingkungan dan ekonomi masyarakat setempat.













