LIVESUMUT.com – Suasana hangat dan sakral menyelimuti Como Shambala Estate, Ubud, Bali, pada Rabu (7/5/2025) kemarin, saat Luna Maya dan Maxime Bouttier resmi menjadi sepasang suami istri.
Digelar secara intimate, momen bahagia ini hanya dihadiri oleh keluarga, sahabat, dan teman-teman terdekat mereka.
Di hari istimewanya, Luna Maya tampil memukau dalam balutan kebaya putih rancangan desainer ternama Eddy Betty.
Tanpa payet, kebaya tersebut tetap memancarkan kemewahan berkat desain elegan dan detail yang memikat.
Dalam prosesi ijab kabul yang berlangsung khidmat, Maxime mengucapkan janji suci di hadapan para saksi dan tamu undangan.
“Saya terima nikah dan kawinnya Luna Maya Sugeng binti almarhum Uut Bambang Sugeng dengan mas kawin tersebut di atas, 7,5 gram logam mulia dan uang tunai US$2025 dibayar tunai,” ujar Maxime, dikutip dari CNN.
Irwan Mussry, suami dari Maia Estianty, dipercaya sebagai saksi dari pihak mempelai pria, sementara Raffi Ahmad menjadi saksi dari pihak mempelai wanita.
Momen ini menjadi puncak dari perjalanan cinta yang sebelumnya sempat mereka simpan rapat dari publik.
Sebelumnya, Maxime melamar Luna secara romantis di Tokyo, Jepang, pada 1 April 2025.
Lamaran tersebut dilakukan dengan cincin berlian 3,53 carat yang ditaksir hampir mencapai Rp2 miliar.
Meski informasi soal tanggal dan lokasi pernikahan sempat bocor, hal tersebut tidak sedikit pun mengurangi kesakralan upacara.
Justru, keintiman acara membuat momen mereka terasa lebih hangat dan bermakna.
Di balik kebahagiaan yang terpancar, Maxime sempat mengungkapkan ketakutan yang ia rasakan sebelum memutuskan menikah.
Dalam kanal YouTube Luna Maya, ia menjawab pertanyaan penggemar tentang keraguannya.
“Semuanya (takut), cukup siap, cukup layak yang pastinya. I mean, kalau dewasa sih nggak ya (takut). Aku pikir aku udah cukup dewasa. Cukup siap dan cukup layak yang pertama (ditakutkan). Aku lebih ke apakah aku siap secara ekonomi? Yang selalu aku paling takutin dulu. Itu yang selalu menjadi ketakutan,” ujar Maxime jujur.
Luna Maya pun menunjukkan dukungannya sebagai pasangan yang pengertian.
“Tapi kan kamu secara pekerjaan kan, kamu punya kerjaan dan kamu sangat produktif,” sahut Luna menenangkan.
Namun Maxime tetap realistis.
“Tapi buat aku, pekerjaanku itu sangat tidak bisa diprediksi,” jelasnya.
“Ya, bismillah aja lah. Yang penting bukan pengangguran ya atau bergantung sama orang tua,” timpal Luna.
Pernikahan ini bukan hanya menjadi peristiwa besar bagi keduanya, tetapi juga menjadi bukti bahwa cinta, pengertian, dan komitmen bisa mengalahkan rasa takut dan ketidakpastian.
Selamat menempuh hidup baru untuk Luna dan Maxime!







