Tapanuli Selatan, LIVESUMUT.com – Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial ER, yang bertugas di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan diduga menjadi penerima suap dalam penerbitan Surat Keputusan (SK) pengangkatan Tenaga Harian Lepas (THL). (Foto: Puskesmas Sayur Matinggi)
Dari informasi yang dihimpun di lapangan, ER menerima uang dalam jumlah puluhan juta rupiah dari pihak-pihak yang ingin mendapatkan SK pengangkatan sebagai THL.
Tak hanya itu, ER juga diduga mengiming-imingi para korban agar nantinya bisa diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Bahkan, ER kerap mendatangi tenaga kesehatan yang sebelumnya bekerja sebagai Tenaga Kerja Sukarela (TKS) di UPT Puskesmas Sayur Matinggi dan menawarkan “jalur cepat” dengan biaya fantastis.

Dugaan praktik suap ini disebut terjadi pada tahun 2023 dan dilakukan melalui dua kali pembayaran.
Uang pertama diserahkan langsung ke rumah ER di Desa Silaiya, Kecamatan Sayur Matinggi.
Sedangkan pelunasan dilakukan di rumah korban yang enggan disebutkan namanya.
Tim media LIVESUMUT.com mencoba menemui ER di ruang kerjanya beberapa hari lalu, namun tidak berhasil.
“ER lagi ada urusan ke Kabupaten, sedangkan Kepala Puskesmas pergi menunaikan ibadah haji,” ujar seorang rekan sejawatnya di Puskesmas.
Kasus ini mendapat perhatian dari Koordinator Koalisi Masyarakat Anti Korupsi Tabagsel, Elvan.
Ia menyatakan bahwa praktik seperti ini bukanlah hal baru di era kepemimpinan Bupati Dolly Pasaribu.
“Pengangkatan tenaga harian lepas (THL) saat rezim Dolly Pasaribu berkuasa di Kabupaten Tapanuli Selatan diwarnai praktik suap dan sudah menjadi rahasia umum,” ujarnya.
“Berdasarkan bukti yang ada, kami melakukan investigasi dan menemukan seorang ASN berinisial ER menerima uang dari seorang Tenaga Kerja Sukarela (TKS) dengan bukti kwitansi. Tercatat jumlahnya puluhan juta rupiah. Berdasarkan bukti tersebut kami akan melanjutkan langkah hukum ke tindak pidana,” pungkas Elvan.
Hingga berita ini dikirim ke Redaksi, ER belum memberikan jawaban atas konfirmasi yang dikirim melalui pesan WhatsApp.













