Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

500 Pelajar di Toba Ikuti Sosialisasi Literasi Keuangan dari Bank Sumut

427
×

500 Pelajar di Toba Ikuti Sosialisasi Literasi Keuangan dari Bank Sumut

Sebarkan artikel ini

Toba, LIVESUMUT.com – Dalam upaya mendorong literasi keuangan sejak usia dini, Pemerintah Kabupaten Toba melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) bekerja sama dengan Bank Sumut menggelar sosialisasi program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) di Aula Santo Ephraem, Kompleks SMA BTB, Soposurung, Balige, Rabu (14/5/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Toba melalui Staf Ahli Wallen Hutahaean menyampaikan bahwa program ini merupakan strategi mendukung kebijakan nasional guna menanamkan budaya menabung di kalangan pelajar sejak dini.

“Tujuannya untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan pelajar untuk membantu karakter anak Indonesia yang membudayakan menabung sejak dini termasuk di Kabupaten Toba,” ujarnya.

Baca Juga :  PT BEL Serahkan CSR Alat Marching Band untuk SMPN 007 Sinambela

Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan keuangan pribadi sejak dini.

“Diharapkan pelajar dapat memiliki kesadaran dan kebiasaan menabung dan mengelola keuangannya sendiri. Saya berharap dengan adanya simpanan pelajar ini, anak didik kami dapat lebih bijak dalam mengelola keuangannya,” sambungnya.

Sosialisasi tersebut diisi oleh narasumber dari Bank Sumut Cabang Balige, Kristian Mikael Simarmata, yang memaparkan teknis pelaksanaan program Simpanan Pelajar (SimPel).

Program ini dirancang tanpa biaya administrasi, dengan syarat pendaftaran melampirkan fotokopi KTP dan KK orang tua.

Baca Juga :  Pelaku Usaha Samosir Diminta Gunakan QRIS dan Taat Pajak

Setoran awal minimal Rp5.000 dan setoran berikutnya bisa dimulai dari Rp2.000.

Menariknya, untuk mendorong semangat menabung, pada 17 Agustus 2025 Bank Sumut akan memberikan hadiah kepada pelajar yang paling rajin menabung, tanpa melihat jumlah nominal simpanan.

Untuk memudahkan akses, penyetoran tabungan dapat dilakukan secara berkala di sekolah melalui layanan keliling Bank Sumut atau langsung di kantor cabang.

Pada sesi diskusi, seorang siswa, Yabes Panjaitan, sempat bertanya apakah kegiatan menabung ini bersifat wajib. Kristian pun menegaskan bahwa kegiatan ini bersifat sukarela. “Tidak ada paksaan,” jawabnya lugas.

Baca Juga :  Belajar dari Sejarah: Ketika Kebodohan Dijadikan Senjata Kekuasaan

Ia juga menambahkan bahwa proses penarikan dana dapat dilakukan langsung ke Bank Sumut dengan didampingi orang tua.

Kepala Sekolah SMP Swasta Budhi Dharma Balige, Fr. Paulus Leo Leu, turut menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini.

Ia menyebut lebih dari 500 pelajar dari kelas VII dan VIII ikut serta dalam sosialisasi tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan ini Pimpinan Cabang Bank Sumut Mecky Benny Hutahaean, Kadis Kominfo Sesmon TB Butarbutar, Kabag Perekonomian Samuel Lumbanraja, serta sejumlah perwakilan instansi terkait lainnya.

You cannot copy content of this page