Toba, LIVESUMUT.com | Bupati Toba, Effendi S.P. Napitupulu menerima audiensi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Toba yang dipimpin oleh Kepala BPS, Sabar Alberto Harianja, di ruang kerja Bupati Toba, Selasa (9/9/2025).
Pertemuan ini turut dihadiri Kepala Dinas Kominfo Sesmon TB Butar-Butar bersama pegawai BPS dengan agenda membahas data kemiskinan, pendidikan, pertanian, serta program peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Dalam paparannya, Sabar Alberto Harianja membeberkan data kemiskinan Kabupaten Toba.
Berdasarkan data 2024, angka kemiskinan di kawasan Toba tercatat 87 persen.
Namun, dalam kurun 10 tahun terakhir, angka ini mengalami tren penurunan cukup signifikan, khususnya pada dimensi kesehatan dan pendidikan.
Meski demikian, BPS menilai dimensi ekonomi masih perlu diperkuat.
“Setiap dinas harus secara rutin mengeluarkan data setoran yang lengkap, termasuk metadata. Hal ini penting agar data sektoral benar-benar akurat dan bisa digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan,” jelas Sabar Alberto.
Sebagai tindak lanjut, BPS bersama Dinas Kominfo dan Bappedalitbangda akan menggelar PESTA#9 (Pembinaan Statistik Sektoral Seri 9) pada 18 September 2025 mendatang di Balai Data Kantor Bupati.
“Dimohon agar Bapak Bupati berkenan hadir untuk membuka kegiatan dimaksud, sehingga tim dalam melaksanakan agenda ini akan memberikan semangat baru dalam pembinaan data statistik sektoral di Kabupaten Toba,” harapnya.
Selain kemiskinan, BPS juga menyoroti turunnya produksi padi pada periode 2023–2024.
Kondisi ini dipicu faktor usia mayoritas petani yang sudah lanjut.
Untuk itu, BPS meminta dukungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar menyetorkan data mingguan secara transparan tanpa menutup-nutupi informasi.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Effendi menekankan pentingnya inovasi di bidang pertanian.
Ia mengajak petani tidak hanya menjual hasil panen dalam bentuk mentah, melainkan diolah agar bernilai tambah.
“Kalau cabe bisa diolah jadi saus atau sambal, begitu juga dengan tomat dan komoditas lainnya. Dengan inovasi ini, hasil pertanian dapat lebih bernilai tambah. Saya optimis keadaan ekonomi bisa kembali normal pada 2026,” ungkapnya.
Selain itu, Bupati juga menyoroti sektor pendidikan dan pengembangan SDM.
Ia menilai masih banyak anak di Toba yang tidak melanjutkan pendidikan setelah tamat SMA.
Sebagai solusi, pemerintah daerah membuka peluang program kerja ke luar negeri, termasuk ke Korea Selatan dan Jepang.
“Dengan banyaknya putra-putri Toba yang bekerja di luar negeri, tentu akan membawa manfaat besar bagi keluarga dan daerah. Kita ingin masyarakat kita bisa marsitoguan, saling mendukung satu sama lain demi kemajuan Toba,” tambahnya.
Di penghujung pertemuan, Effendi menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya mengandalkan data BPS, tetapi juga masukan langsung dari masyarakat.
“Kami ingin tahu langsung apa yang benar-benar menjadi kebutuhan masyarakat di lapangan, agar program kerja yang dijalankan bisa tepat sasaran,” tutup Bupati.













