Pematangsiantar, LIVESUMUT.com – Pagi itu di Pematangsiantar, udara dingin tidak menghentikan langkah IPTU Maxi J. Manurung SH, Kasat Binmas Polres, bersama Tim Supervisi Dit Binmas Polda Sumut.
Mereka menunggangi semangat ala koboy modern, menelusuri Pos Satkamling demi memastikan keamanan warga tetap terkawal dan prestasi Satkamling tetap berkibar.
Supervisi ini digelar sebagai bagian dari penilaian Satkamling terbaik di wilayah hukum Polres Pematangsiantar, sebuah misi untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga dengan profesional.
Pos Satkamling Sitalasari, Juara Dua yang Layak Dipertahankan
Kegiatan diawali di Satkamling RT 004 Komplek Sitalasari, Kecamatan Siantar Sitalasari. Tim Supervisi dipimpin Kompol Binsar H. Sihotang, SH, didampingi Iptu Syamsir Harahap dan Brigpol Muhfitur Rahman Siregar.
Kehadiran mereka disambut hangat oleh Kapolsek Siantar Martoba AKP Martua Manik, SH, MH, personel Polsek, Lurah Bahkapul Zulkifli Damanik SH, Ketua Satkamling Suwarno, serta Babinsa Serka Hendra Gunawan.
Kompol Binsar memberi pesan tegas ala koboy: “Pos Satkamling yang sudah berdiri 13 tahun ini pernah juara dua tingkat kota. Pertahankan prestasi ini dan terus bersinergi dengan tiga pilar Kamtibmas!”
Jalan Senangin, Satkamling Bersejarah yang Tetap Tangguh
Setelah Sitalasari, rombongan bergerak ke Pos Satkamling Jalan Senangin, Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Siantar Timur.
Disambut Kapolsek Siantar Timur Iptu Edy J.J Manalu, SH, MH, personel Polsek, Kasi Humas Lurah Pardomuan Ibu Rahma Lenny Siregar, Ketua Satkamling Rahmad, dan anggota Satkamling.
Kompol Binsar kembali mengingatkan: “Pos ini berdiri sejak zaman Polres Simalungun, pernah juara dua tingkat kota. Tetap pertahankan, sinergikan dengan tiga pilar, jaga Kamtibmas!”
IPTU Maxi J. Manurung tak hanya mendampingi tim, tapi juga memastikan setiap Pos Satkamling mendapat penilaian objektif, serta motivasi bagi anggota untuk terus menjaga keamanan lingkungan.
Kegiatan ini membuktikan, di Pematangsiantar, polisi bukan cuma berjaga mereka menjadi koboy modern, melindungi masyarakat sambil membina harmonisasi antar warga.







