Scroll untuk baca artikel
Daerah

Update Bencana Taput: 34 Meninggal, 14 Hilang, Tim Terobos Desa Terisolir

348
×

Update Bencana Taput: 34 Meninggal, 14 Hilang, Tim Terobos Desa Terisolir

Sebarkan artikel ini

Taput, LIVESUMUT.com – Penanganan darurat pascabencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Tapanuli Utara memasuki hari kedelapan. Sejak bencana besar ini menghantam sejumlah kecamatan pada 25 November 2025, pemerintah daerah bersama tim gabungan terus mempercepat proses evakuasi, pencarian korban, serta pembukaan akses ke wilayah-wilayah terisolir.

Data terbaru Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Taput per Selasa, 2 Desember 2025 pukul 19.00 WIB, mencatat 15.765 warga terdampak. Bencana ini menimbulkan korban jiwa yang sangat besar, yakni 34 orang meninggal dunia terdiri dari 22 warga Tapanuli Utara dan 14 warga dari luar daerah. Selain itu, 14 warga masih hilang dan 3 orang mengalami luka-luka. Empat warga yang sebelumnya dinyatakan hilang telah ditemukan dalam kondisi selamat setelah dijemput keluarga.

Baca Juga :  Rekomendasi LKPJ 2024 Diserahkan DPRD, Bupati Samosir Komit Tindaklanjuti

Kerusakan infrastruktur juga cukup luas. Hingga saat ini, terdapat 544 unit rumah rusak, 19 jembatan putus, serta 44 ruas jalan tak dapat dilalui akibat tertimbun material longsor maupun tergerus banjir.

Akses Masih Terputus di Adiankoting dan Parmonangan

Di Kecamatan Adiankoting, dua desa menjadi pusat pengungsian, yakni Desa Sibalanga dan Lobu Pining. Sementara itu, lima desa lain masih belum bisa diakses melalui jalur darat karena tebalnya material longsor serta medan yang sangat ekstrem. Desa tersebut meliputi:

  • Siantar Naipospos
  • Pardomuan Nauli
  • Pagaran Lambung II
  • Pagaran Lambung IV
  • Pagaran Lambung III
Baca Juga :  Uji Kompetensi Pejabat Tinggi Taput Dibuka, Bupati Tegaskan Integritas Utama

Untuk wilayah-wilayah ini, distribusi logistik sementara hanya dapat dilakukan melalui udara. Sementara itu, akses menuju Banuaij I, Banuaij IV, dan Pagar Lambung I telah berhasil ditembus tim darat.

Kecamatan Parmonangan juga menghadapi situasi kritis. Enam desa masih terisolir akibat tertimbunnya jalan penghubung dan rusaknya beberapa titik infrastruktur. Desa tersebut adalah:

  • Pertengahan
  • Hutatua
  • Manalu Purba
  • Baturarimo
  • Purba Dolok
  • Hutajulu Parbalik

Medan yang curam serta tingginya risiko pergerakan tanah menjadi tantangan besar bagi tim gabungan dalam membuka jalur darat. Meski demikian, alat berat sudah ditempatkan di beberapa titik strategis untuk mempercepat pembersihan material longsor.

Baca Juga :  Pemkab dan DPRD Taput Sepakat Alihkan Lahan TPA Jadi Hunian Tetap Korban Bencana

Upaya Evakuasi dan Bantuan Logistik Terus Dipacu

Tim gabungan yang terdiri dari BNPB, BPBD, TNI–Polri, Basarnas, serta para relawan bekerja siang dan malam. Fokus utama saat ini adalah pencarian warga yang masih hilang, evakuasi korban, pemulihan akses jalan, dan percepatan distribusi bantuan ke wilayah terisolir.

Seiring cuaca yang masih tidak menentu dan curah hujan yang cukup tinggi, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Potensi banjir bandang susulan serta pergerakan tanah masih mungkin terjadi di sejumlah titik rawan.

You cannot copy content of this page