Taput, LIVESUMUT.com – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara bergerak cepat mengantisipasi ancaman musim kemarau ekstrem tahun 2026. Dalam forum nasional yang digelar Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Bupati Tapanuli Utara, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat (JTP), mengusulkan penguatan sistem irigasi sebagai langkah strategis menjaga ketahanan pangan daerah.
Usulan tersebut disampaikan saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Antisipasi Musim Kemarau yang dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, di Jakarta, Senin (20/04/2026). Rakornas ini mempertemukan kepala daerah se-Indonesia bersama pemerintah pusat untuk merumuskan langkah konkret menghadapi potensi kekeringan ekstrem tahun ini.
Dalam kesempatan itu, Bupati menegaskan bahwa keikutsertaan Tapanuli Utara dalam forum tersebut sangat penting guna menyelaraskan kebijakan daerah dengan strategi nasional di sektor pertanian.
“Pemerintah Kabupaten berkomitmen menyelaraskan langkah dengan pemerintah pusat demi mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan, meski dihadapkan pada tantangan musim kemarau,” ujar Jonius.
Secara spesifik, Pemkab Tapanuli Utara mengusulkan dua program prioritas, yakni pembangunan irigasi perpompaan dan irigasi tersier. Kedua infrastruktur ini dinilai krusial untuk memastikan distribusi air tetap stabil ke lahan pertanian, terutama saat curah hujan menurun drastis.
Bupati menekankan bahwa penguatan sistem irigasi, optimalisasi lahan, serta penerapan teknologi adaptif menjadi kunci agar sektor pertanian tidak terdampak signifikan oleh perubahan iklim.
“Melalui pembangunan irigasi perpompaan dan tersier, kita harapkan suplai air ke lahan petani tetap terjaga secara merata,” tambahnya.
Bupati turut didampingi Plt. Kepala Dinas Pertanian Viktor Siagian dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan SEY Pasaribu dalam forum strategis tersebut.
Dengan langkah proaktif ini, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menargetkan skema mitigasi yang lebih terukur dan sistematis. Harapannya, stabilitas produksi pangan tetap terjaga, sekaligus melindungi kesejahteraan petani di tengah ancaman kemarau ekstrem 2026.













