Taput, LIVESUMUT.com β Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus mendorong penguatan kapasitas tenaga pendidik melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Langkah tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, bersama para guru fasilitator di Aula Mini Kantor Bupati Tapanuli Utara, Selasa (1/9/2026).
Rapat tersebut menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan KKG/MGMP yang dijadwalkan berlangsung sepanjang September 2026. Dalam forum itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara memaparkan sejumlah agenda yang akan dilaksanakan, termasuk pengembangan perangkat pembelajaran dan bank soal Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Para guru fasilitator yang sebelumnya telah memperoleh pembekalan akan dilibatkan dalam penyusunan bank soal TKA. Penyusunan soal diarahkan mengikuti standar dan kaidah penulisan yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Menariknya, bank soal tersebut tidak hanya disiapkan dalam bentuk konvensional, tetapi juga akan dikembangkan secara digital. Upaya ini diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam pengelolaan sekaligus mendukung proses pembelajaran yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Wakil Bupati Deni Parlindungan Lumbantoruan menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, diperlukan sinergi antara pemerintah, pimpinan satuan pendidikan, guru, serta seluruh unsur yang terlibat dalam proses pendidikan.
Ia juga mengingatkan agar berbagai pelatihan maupun bimbingan teknis yang telah diikuti para pendidik tidak berhenti sebatas kegiatan administratif. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh harus diwujudkan dalam praktik pembelajaran sehari-hari.
βYang paling penting adalah bagaimana apa yang diperoleh dalam pelatihan dapat langsung diterapkan. Jika dikembangkan bersama, tentu hasilnya akan lebih maksimal,β ujar Deni.
Selain pengembangan bank soal TKA, Wabup juga memberikan perhatian terhadap penguatan kemampuan dasar peserta didik melalui program Maretong. Para guru didorong untuk menghasilkan produk pembelajaran yang dapat digunakan secara langsung dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa.
Salah satu gagasan yang didorong adalah penyusunan Buku Panduan Maretong untuk setiap jenjang kelas Sekolah Dasar. Buku tersebut diharapkan memuat materi pembelajaran sekaligus soal-soal yang disusun berdasarkan tingkat kemampuan peserta didik.
Menurut pemerintah daerah, keberadaan produk pembelajaran yang terstruktur akan membantu guru menerapkan pembelajaran yang lebih terarah sekaligus memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang sesuai kemampuan masing-masing.
Penguatan KKG/MGMP dan optimalisasi guru fasilitator pun diharapkan tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi mampu melahirkan berbagai inovasi yang benar-benar berdampak di ruang kelas.
Pemkab Tapanuli Utara menargetkan pengembangan tersebut dapat diterapkan secara lebih merata di seluruh kecamatan, sehingga peningkatan kualitas pembelajaran dan kemampuan dasar siswa dapat dirasakan secara luas.












