Scroll untuk baca artikel
Advertisement
Advertisement
Advertisement Mitsubishi Dipo Medan - Santo Manalu
Advertisement
Advertisement
Daerah

Sijaba Disiapkan Jadi Pusat Pertanian Modern Tapanuli Utara, Petani Milenial Jadi Motor Penggerak

127
×

Sijaba Disiapkan Jadi Pusat Pertanian Modern Tapanuli Utara, Petani Milenial Jadi Motor Penggerak

Sebarkan artikel ini

Taput, LIVESUMUT.com — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus mendorong transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani.

Langkah tersebut diwujudkan melalui rencana pengembangan Kawasan Pertanian Terpadu Sijaba di Kecamatan Siborongborong dengan luas mencapai 30 hektare. Kawasan ini diproyeksikan tidak hanya menjadi sentra produksi pertanian, tetapi juga pusat percontohan teknologi pertanian, agroedukasi, hingga agrowisata berkelanjutan.

Pengembangan kawasan tersebut semakin dimatangkan setelah dilakukan kajian kelayakan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Konsep yang diusung mengedepankan pertanian terpadu dengan pemanfaatan teknologi dan pengelolaan sumber daya secara efisien.

Baca Juga :  Ketua DPRD Pematangsiantar Timbul M. Lingga, S.H., Ajak Warga Jaga Lingkungan Lewat Sosialisasi Perda Pengelolaan Sampah

Salah satu keunggulan Sijaba adalah lokasinya yang memiliki akses strategis menuju Bandara Internasional Silangit. Konektivitas ini diharapkan dapat memangkas rantai distribusi sekaligus membuka peluang pemasaran produk pertanian Tapanuli Utara ke pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor.

Tak hanya mengejar produktivitas, kawasan ini juga diarahkan menerapkan konsep pertanian ramah lingkungan berbasis zero waste. Tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan akan diintegrasikan sehingga limbah dari satu sektor dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku sektor lainnya, termasuk untuk menghasilkan pupuk organik dan biogas.

Sejumlah komoditas bernilai ekonomi tinggi menjadi fokus pengembangan, seperti kentang, cabai, tomat, jagung, kopi, dan jeruk, yang akan dipadukan dengan sistem peternakan terpadu.

Baca Juga :  Kapolsek Hamparan Perak Diduga Ingkar Janji soal Klarifikasi Biaya Makan Tahanan dan Uang Rp5 Juta

Yang tak kalah penting, pembangunan kawasan tersebut diharapkan membuka ruang lebih besar bagi generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian. Petani milenial akan didorong menjadi pengelola profesional yang mampu memanfaatkan teknologi dalam proses produksi, pengolahan hingga pemasaran hasil pertanian.

Dengan kontribusi sektor pertanian yang mencapai sekitar 85 persen terhadap PDRB Tapanuli Utara, penguatan sektor ini dinilai memiliki peran penting terhadap masa depan ekonomi daerah.

Kawasan Pertanian Terpadu Sijaba pun dipandang bukan sekadar proyek pengembangan lahan. Lebih jauh, kawasan tersebut diarahkan menjadi investasi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan nilai tambah komoditas, menarik peluang investasi, sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Baca Juga :  Wabup Samosir Terima Audiensi BP Toba Caldera, Dukung Upaya Revalidasi UNESCO

Jika terealisasi sesuai konsep yang dirancang, Sijaba berpotensi menjadi salah satu wajah baru pertanian Tapanuli Utara—dari pola konvensional menuju pertanian yang berbasis teknologi, ramah lingkungan, terkoneksi pasar, dan memberi ruang lebih besar bagi petani muda.

Transformasi ini diharapkan menjadi pijakan bagi lahirnya ekosistem pertanian Tapanuli Utara yang semakin mandiri dan kompetitif, sekaligus membawa kesejahteraan yang lebih besar bagi masyarakat tani.

Advertisement
Advertisement

You cannot copy content of this page