Pematangsiantar, LIVESUMUT.com – Pagi itu, suasana Jalan Gunung Simanuk-Manuk mendadak tegang. Warga yang biasanya sibuk dengan rutinitas pagi, sontak berhenti karena suara ribut terdengar dari salah satu rumah.
Seorang ibu, S (45), dan anak nya, IZT (22), terlibat pertengkaran hebat hingga membuat warga cemas melihat kasih keluarga berubah jadi amarah.
Namun kisah pilu itu berakhir haru. Berkat respons cepat Polsek Siantar Barat, ibu dan anak yang bertengkar akhirnya dipertemukan dan dimediasi di Mako Polsek Siantar Barat, Selasa (21/10/2025) pagi.
Kapolsek Siantar Barat, IPTU Raja Kaya Haloho, SH, MH, menceritakan, pertengkaran itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB.
Warga yang mendengar keributan langsung melapor ke pihak kepolisian. Tak menunggu lama, petugas datang, menenangkan keduanya, dan membawa mereka ke kantor polisi untuk dimediasi.
Suasana di ruang mediasi awalnya tegang. Sang ibu menunduk, anaknya diam seribu bahasa. Tapi perlahan, setelah dibimbing aparat, suasana mencair.
Kata demi kata keluar, bukan lagi amarah, tapi penyesalan. Air mata pun jatuh tanpa bisa dibendung.
“Setelah dilakukan mediasi, kedua belah pihak sepakat berdamai secara kekeluargaan dan saling memaafkan,” ujar IPTU Raja dengan nada lega.
Pelukan Damai di Balik Seragam Polisi
Kesepakatan damai itu ditulis dalam surat pernyataan bermaterai, ditandatangani dengan tangan gemetar tapi hati lapang.
Di akhir mediasi, sang ibu memeluk anaknya. Tangis mereka pecah bukan karena marah, tapi karena rindu yang lama terkubur ego.
“Dugaan pertengkaran itu diselesaikan dengan problem solving, dan sekarang keduanya sudah saling memaafkan,” tambah IPTU Raja.
Langit Siantar siang itu tampak lebih teduh. Polisi tak hanya menegakkan hukum, tapi juga menegakkan kasih sayang mengembalikan pelukan yang sempat hilang di antara seorang ibu dan anaknya.







