Scroll untuk baca artikel
Travel

Dirut BPODT Berakhir, Aktivis Danau Toba Desak Pemimpin Baru yang Lebih Paham

203
×

Dirut BPODT Berakhir, Aktivis Danau Toba Desak Pemimpin Baru yang Lebih Paham

Sebarkan artikel ini
Tampak dari udara kawasan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) yang menjadi pusat pengembangan pariwisata di Danau Toba, Sumatera Utara.

Toba, LIVESUMUT.com — Berakhirnya masa jabatan Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) pada 31 Maret 2026 memunculkan gelombang harapan baru dari kalangan aktivis pariwisata. Mereka mendesak pemerintah, khususnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), agar menunjuk sosok pemimpin baru yang benar-benar memahami karakter, potensi, dan kebutuhan kawasan Danau Toba.

Desakan itu disampaikan oleh aktivis pariwisata Danau Toba, Tambatua Sirait. Ia secara tegas meminta agar masa jabatan Jimmy Bernando Panjaitan tidak lagi diperpanjang, baik sebagai pelaksana tugas maupun secara definitif.

Baca Juga :  Air Danau Toba Menyusut, BMKG dan PJT I Siapkan Modifikasi Cuaca

“Dengan berakhirnya masa jabatan Jimmy B. Panjaitan, sudah cukup bagi masyarakat Danau Toba, kami membutuhkan perubahan, bukan perpanjangan masa jabatan, jadi kami meminta Kemenparekraf RI agar tidak memperpanjang jabatan yang bersangkutan, tetapi menghadirkan pemimpin baru yang lebih memahami Danau Toba,” ujar Tambatua.

Menurutnya, selama masa kepemimpinan Jimmy Bernando Panjaitan, belum terlihat terobosan signifikan dalam mendorong pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba yang selama ini menjadi salah satu prioritas nasional.

“Selama ini kepemimpinan Jimmy Panjaitan cenderung stagnan dan tidak menunjukkan inovasi yang berarti. Danau Toba membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki semangat, visi, serta komitmen kuat untuk memajukan pariwisata secara berkelanjutan,” tegasnya.

Baca Juga :  Arus Balik Nataru di Toba: Kendaraan Mulai Padat, Pengendara Diingatkan Utamakan Keselamatan

Lebih lanjut, Tambatua menilai bahwa kepemimpinan BPODT ke depan tidak cukup hanya berorientasi pada program formal semata, tetapi juga harus mampu membangun kedekatan dengan masyarakat lokal yang selama ini menjadi bagian penting dalam ekosistem pariwisata Danau Toba.

“Pemimpin BPODT harus hadir bukan hanya sebagai pejabat formal, tetapi sebagai penggerak pembangunan pariwisata yang berpihak pada masyarakat,” pungkasnya.

Dengan berakhirnya masa jabatan Dirut BPODT, publik kini menaruh harapan besar kepada pemerintah untuk menghadirkan kepemimpinan baru yang lebih progresif, inovatif, serta mampu membawa Danau Toba sebagai destinasi unggulan berkelas dunia yang tetap berpijak pada kearifan lokal.

You cannot copy content of this page