Scroll untuk baca artikel
Advertisement
Advertisement
Promo Mitsubishi Medan - Hubungi Santo Manalu
Travel

Dirut BPODT Berakhir, Aktivis Danau Toba Desak Pemimpin Baru yang Lebih Paham

350
×

Dirut BPODT Berakhir, Aktivis Danau Toba Desak Pemimpin Baru yang Lebih Paham

Sebarkan artikel ini
Tampak dari udara kawasan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) yang menjadi pusat pengembangan pariwisata di Danau Toba, Sumatera Utara.

Toba, LIVESUMUT.com — Berakhirnya masa jabatan Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) pada 31 Maret 2026 memunculkan gelombang harapan baru dari kalangan aktivis pariwisata. Mereka mendesak pemerintah, khususnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), agar menunjuk sosok pemimpin baru yang benar-benar memahami karakter, potensi, dan kebutuhan kawasan Danau Toba.

Desakan itu disampaikan oleh aktivis pariwisata Danau Toba, Tambatua Sirait. Ia secara tegas meminta agar masa jabatan Jimmy Bernando Panjaitan tidak lagi diperpanjang, baik sebagai pelaksana tugas maupun secara definitif.

Klik gambar untuk melihat produk dan belanja di Shopee 👇!

“Dengan berakhirnya masa jabatan Jimmy B. Panjaitan, sudah cukup bagi masyarakat Danau Toba, kami membutuhkan perubahan, bukan perpanjangan masa jabatan, jadi kami meminta Kemenparekraf RI agar tidak memperpanjang jabatan yang bersangkutan, tetapi menghadirkan pemimpin baru yang lebih memahami Danau Toba,” ujar Tambatua.

Menurutnya, selama masa kepemimpinan Jimmy Bernando Panjaitan, belum terlihat terobosan signifikan dalam mendorong pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba yang selama ini menjadi salah satu prioritas nasional.

Baca Juga :  Cegah Kecelakaan, Polisi Ingatkan Tanah Galian Proyek Drainase di Simarimbun Segera Dibersihkan

“Selama ini kepemimpinan Jimmy Panjaitan cenderung stagnan dan tidak menunjukkan inovasi yang berarti. Danau Toba membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki semangat, visi, serta komitmen kuat untuk memajukan pariwisata secara berkelanjutan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Tambatua menilai bahwa kepemimpinan BPODT ke depan tidak cukup hanya berorientasi pada program formal semata, tetapi juga harus mampu membangun kedekatan dengan masyarakat lokal yang selama ini menjadi bagian penting dalam ekosistem pariwisata Danau Toba.

“Pemimpin BPODT harus hadir bukan hanya sebagai pejabat formal, tetapi sebagai penggerak pembangunan pariwisata yang berpihak pada masyarakat,” pungkasnya.

Baca Juga :  Samosir Sambut Pelari dari 27 Negara, Trail of The Kings Angkat Danau Toba ke Panggung Dunia

Dengan berakhirnya masa jabatan Dirut BPODT, publik kini menaruh harapan besar kepada pemerintah untuk menghadirkan kepemimpinan baru yang lebih progresif, inovatif, serta mampu membawa Danau Toba sebagai destinasi unggulan berkelas dunia yang tetap berpijak pada kearifan lokal.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

You cannot copy content of this page