Scroll untuk baca artikel
Advertisement
2 Tahun Anniversary
Bertumbuh dalam Kepercayaan, Bergerak untuk Kebenaran
Advertisement
Advertisement Mitsubishi Dipo Medan - Santo Manalu
Advertisement
Advertisement
Daerah

Menuju Tourism 5.0 Tahun 2027: Industri Perhotelan dan Pariwisata Bersiap Hadapi Tamu ‘Hyper-Personalized’ 

18
×

Menuju Tourism 5.0 Tahun 2027: Industri Perhotelan dan Pariwisata Bersiap Hadapi Tamu ‘Hyper-Personalized’ 

Sebarkan artikel ini
Ket.Foto: Johannes Sitompul, Amd. Par., S. Sos., M. Tr. Par., C.SPP, Praktisi Perhotelan, Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata.

MEDAN, LIVESUMUT.com —  Menghadapi era Tourism 5.0 pada tahun 2027, lanskap industri perhotelan dan pariwisata nasional bersiap menghadapi transformasi yang mengusung prinsip High-Tech, High-Touch. Kecerdasan buatan (AI) dan platform big data pariwisata nasional harus dioptimalkan untuk mempermudah birokrasi dan administrasi operasional.

Langkah ini sebuah keharusan untuk diambil supaya pelaku industri dapat mengembalikan esensi tertinggi pariwisata, yaitu ruang bagi interaksi manusia yang tulus, hangat, dan personal, yang tidak akan bisa digantikan oleh algoritma apapun.

Memang perkembangan teknologi ini berjalan in line dengan transformasi masif pada profil wisatawan yang kini didominasi oleh segmen Hyper-Personalized dan Regenerative Travelers. Tamu hotel masa kini tidak lagi terpikat oleh paket wisata massal yang kaku, namun tertarik pada pengalaman otentik yang disesuaikan dengan preferensi spesifik.

Baca Juga :  Polres Pematangsiantar Luncurkan Gerakan Pangan Murah

Disaat yang sama, kesadaran ekologis yang tinggi membuat wisatawan lebih selektif dalam memilih akomodasi; Travelers hanya mencari destinasi yang terbukti memberikan dampak sirkular positif bagi lingkungan hidup dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Praktisi Perhotelan sekaligus Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata, Johannes Sitompul, Amd. Par., S. Sos., M. Tr. Par., C. SPP, mengatakan bahwa kesiapan industri terletak pada adaptasi sumber daya manusia pariwisata. Menuju Tourism 5.0 ini, teknologi adalah Lokomotifnya, namun sentuhan pelayanan personal tetap menjadi rohnya.

Kita memang harus cerdas memanfaatkan analisis data preferen digital untuk memprediksi kebutuhan tamu bahkan sebelum mereka check-in, lalu menyambut mereka dengan kecerdasan emosional dan kearifan budaya yang tulus serta otentik,” ucapnya, Senin (26/10/2026).

Baca Juga :  Dampak Teknologi AI terhadap Dunia Kerja di Masa Depan

Tolak ukur sukses tourism 5.0 di tahun 2027 bukan lagi seberapa mewah fasilitas fisik hotel atau seberapa Eksklusif destinasi wisata melainkan seberapa mampu manpower memberikan transmotional dan guest experience kepada setiap tamu yang stays di property dan destinasi wisata,” ujar Johannes.

Advertisement
Advertisement

You cannot copy content of this page