Scroll untuk baca artikel
Hukum & Kriminal

Loper Koran di Medan Jadi Korban Begal, Polisi Terkendala Bukti CCTV

736
×

Loper Koran di Medan Jadi Korban Begal, Polisi Terkendala Bukti CCTV

Sebarkan artikel ini

Medan, LIVESUMUT.com – Meskipun aparat penegak hukum gencar menggelar patroli penanggulangan begal dan geng motor, aksi kejahatan jalanan masih terus terjadi.

Kawanan begal bersenjata tajam kembali beraksi di kawasan Jalan Sutrisno, Medan, pada Sabtu (22/2/2025) pagi.

Akibat kejadian ini, Asrijal (69), warga Kecamatan Medan Area yang berprofesi sebagai loper koran, mengalami luka-luka dan patah tulang di bahu kirinya setelah menjadi sasaran kawanan begal.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, kejadian terjadi sekitar pukul 04.55 WIB saat korban sedang mengendarai sepeda motor Honda Supra X BK 6616 FN untuk mengantar koran ke Jalan Pandu Medan.

Baca Juga :  Polres Samosir Perketat Pengamanan Lapas Pangururan Jelang Idul Fitri

Saat melintas di Jalan Sutrisno, korban dipepet oleh dua pelaku yang berboncengan menggunakan satu unit sepeda motor.

Salah satu pelaku mengacungkan senjata tajam sembari menendang korban hingga terjatuh ke aspal.

Namun, sebelum pelaku sempat membawa kabur sepeda motor korban, seorang pengendara lain melintas di lokasi kejadian.

Hal tersebut membuat para pelaku panik dan langsung melarikan diri, meninggalkan korban di tempat kejadian.

Korban yang masih dalam kondisi sadar segera menghubungi anaknya untuk meminta pertolongan.

Tak lama kemudian, kedua anaknya tiba di lokasi dan segera membawanya ke Rumah Sakit Muhammadiyah Medan untuk mendapatkan perawatan medis.

Baca Juga :  Begal Bacok Pedagang Ikan di Medan, Helm Pecah Selamatkan Nyawa

Setelah mendapat perawatan, korban bersama kedua anaknya mendatangi Polsek Medan Area untuk membuat laporan polisi.

Sayangnya, upaya penyelidikan polisi mengalami kendala karena tidak ada warga sekitar yang bersedia memberikan rekaman CCTV di waktu kejadian.

Saat dikonfirmasi oleh awak media, Opi, anak korban, menceritakan kejadian yang menimpa ayahnya.

“Saya dihubungi ayah pada pukul 05.10 WIB, yang mengatakan bahwa ayah mengalami percobaan pembegalan, sehingga mengalami patah di bagian bahu kanannya,” ujar Opi singkat.

You cannot copy content of this page